Dua Sisi
“Boleh, deh. Lagian gue juga bete di sini sendirian!”
Ameera lekas mengikuti Rumi. Sampai di dapur pesantren, Ameera sedikit tercengang melihat kondisi dapur yang jauh berbeda dari dapurnya di rumah. Hah ... ini dapur? Yang bener aja. Jorok amat, sih? Batin Ameera seraya mengedarkan mata ke seluruh penjuru ruangan yang berbau asap. Beberapa tungku dua lubang tersedia di teras bagian belakang dapur. Terlihat Ayu sedang duduk seraya menyiangi sayuran di dekat pintu belakang. Sementara di luar ada seorang wanita paruh baya sedang mengambil kayu bakar dari sebuah gubuk kecil.
“Wes, Dul, kamu bawa kayunya deket pawon!” ucap wanita bernama Bude Darmi.
Bab Populer