Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Embun Cinta

Embun Cinta

Jarang sekali aku membantu Mama, apa lagi tentang urusan memasak. “Selamat sore, Mama. Adakah yang bisa saya bantu?” Aku mendatangi Mama di dapur, yang sedang menghaluskan apalah itu, aku tidak mengetahuinya. Kalau dilihat dari baunya, eh, maksudku warnanya, sepertinya Mama sedang menghaluskan bawang merah dan juga putih.
105.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
The Secret

The Secret

"Ma? Tanyaku sambil melongok ke dam garasi. Tapi tak ada seorangpun disana. Jadi, kuputuskan untuk mengunci pintu garasi maupun pagar. Lagipula ini sudah agak malam. "Mama?" Panggilku lagi saat memasuki ruang tamu. "Yas? Kamu mau makan?" Tanya Mama saat aku melihatnya di dapur. "Mama masak apa? Tumben." Bagiku beliau dan dapur adalah kombinasi buruk. Nyaris tak ada yang bisa beliau lakukan disana. Kecuali merebus air untuk mi instan atau menggoreng telur. Malah, Tante Dinar yang jago masak. Rasanya beliau bisa mengolahkan makanan apapun.
1012.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 259 kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
Merindu Suamimu

Merindu Suamimu

Hanya warna dinding yang didominasi abu-abu tua, juga semua furniture berkelas saja yang menjadi perbedaan mencolok di sini. Setelah mengompres Bang Fino aku memilih berkutat di dapur. Mama yang secara tiba-tiba aku hubungi berhasil membuat telingaku panas karena mengomel saat kumintai resep bubur nasi yang sering beliau buatkan untukku saat aku kurang enak badan. Bubur sedap nan gurih yang selalu menjadi obat nomor satu setiap kali aku sakit dan berada dalam pengawasan mama. "Kamu sakit, Mel? semalam kok nggak bilang pas mama telpon sih?" cecar mama terdengar khawatir dari seberang sana.
102.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
Cinta Datang Terlambat

Cinta Datang Terlambat

tanya Nicho menatap ke arah Aurel tanpa menghiraukan Ella yang sejak tadi mengomel saja. "Ah.. heum itu mamah mungkin ada di belakang, bentar aku panggilin" Aurel bangkit dari duduknya dan langsung pergi menuju ke dapur. Tak di sangka ternyata benar, mamahnya ada di dapur sedang menyiapkan makanan. "Mah?" panggil Aurel berhasil membuat mamah Halimah yang tadinya sibuk dengan peralatan rumah tangga itu, kini menatap ke arah anaknya itu.
109.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 204 kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
NIKAH DENGAN DUDA TIGA KALI MALAM PERTAMA BIKIN KAGET

NIKAH DENGAN DUDA TIGA KALI MALAM PERTAMA BIKIN KAGET

Ia berjalan pelan menuju dapur. "Yakin, Ma. Masak gak yakin. Tempatnya strategis deket dengan kampus, Ma." Aku membuka kulkas dan mengulurkan botol air mineral pada Mama. Mama meraihnya, membuka tutupnya dan setelah meminumnya, ia meletakkannya ke meja. "Kotor banget lantainya, belum kamu sapu, ya?" Mama meraih sapu di sudut ruangan, kemudian nmenggerakkan benda itu.
9.952.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
Dilarang Hamil Oleh Mertua

Dilarang Hamil Oleh Mertua

Seakan tidak percaya, ia menatap Mamah dengan penuh tanda tanya di wajahnya. "Tumben, Mah? Ini masih pagi lho, kapan Mamah masak?" tanya Papah Andi dengan nada heran. Mamah Eva hanya tersenyum manis sambil menyalakan kompor di dapur. Ia berusaha mempertahankan rahasianya. "Baru saja selesai, Pah," jawab Mamah Eva dengan secercah kebohongan terdengar dalam suaranya.
103.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 125 kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
Aku, Istri Pilihan Orang Tuamu!

Aku, Istri Pilihan Orang Tuamu!

Kuulangi lagi pertanyaanku. "Oh, adikmu belum pulang kuliah. Ya udah, kalian di sini dulu, Mama mau ke dapur. Kamu mau minum apa?" jawab Mama sebelum beranjak ke dapur. "Gak usah repot-repot, Ma. Kalau aku haus atau lapar nanti bisa ambil sendiri. Ma, kamarku siapa yang nempati?" Tiba-tiba aku teringat kamarku. Mama sontak menghentikan langkah dan berbalik ke arahku. "Gak ada yang nempatin. Mama sering bersihkan, kok walaupun kamu gak ada."
812.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 308 kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
Wanita Simpanan Pilihan Mertua

Wanita Simpanan Pilihan Mertua

jawab Mama Bima. "Apa? Sedang apa dia?" Bima penasaran. "Tentu sedang memasak untuk acara nanti," Mama Bima menatap Bima dengan santai. "Apa? Mengapa Mama menyuruh dia untuk memasak?" tanya Bima sambil berlari kecil ke dapur. "Apa salahnya dia memasak? Kamu ini terlalu berlebihan," ujar Mama Bima sambil mengikuti langkah Bima ke dapur.
1044.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.1K kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
Petaka Di Gunung Rinjani

Petaka Di Gunung Rinjani

Deri membuka pintu dengan kunci yang sudah aus, langsung disambut aroma masakan sederhana dari dapur. "Deri udah pulang?" teriak mama dari dapur. Suara wajan yang sedang menumis bercampur dengan suara televisi. "Mama lagi masak tempe orek sama sayur sop. Papa belum pulang, macet katanya." "Iya, Ma!" sahut Deri sambil melepas sepatu dan meletakkan tas sekolahnya di sofa. Rumah mereka memang tidak besar, ruang tamu, ruang makan, dan dapur jadi satu.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
Melawan Suami dan Mertua

Melawan Suami dan Mertua

Aku berusaha mencerna pelan-pelan ucapan beliau dan memasukkannya ke dalam otakku untuk diaplikasikan ke depannya. “Nah, ada dapur dan toilet di sini. Di atas juga ada toilet satu sama kamar satu. Ada ruangan lega juga yang bisa digunakan sebagai dapur. Mending masak di atas saja, jangan di sini. Asap dapur itu bisa bikin pakain jadi bau, takutnya.” Mama berkata sembari mengajakku naik ke lantai atas.
9.875.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status