Menikah Muda
Begitu mereka datang, suasana apartemen langsung berubah jadi kayak pasar malam—semua sibuk, ada yang bongkar kardus, ada yang lap-lap perabot, ada yang ngatur rak piring, ada yang jagain si kembar yang udah mulai lari-larian di ruang keluarga.
Aku dan Mama fokus di dapur. Aku bongkar satu-satu peralatan masak, Mama sibuk nyusun piring dan gelas di lemari gantung. “Ma, ini panci taruh di mana?” tanyaku sambil ngangkat panci besar.
“Taruh di rak bawah aja, Nak. Biar gampang ambilnya nanti,” jawab Mama, matanya tetap sibuk ngatur gelas.
Chapitres populaires