Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kenangan Rindu

Kenangan Rindu

Di dalam cahaya yang sedikit menyinari ruangan ini, aku melihat ada sesorang yang berada di dalam dapur rumahku seperti sedang melakukan sesuatu, yang kutebak itu adalah mama yang sedang mulai memasak untuk makan malam kami sekeluarga nanti. “Di cariin ternyata mama di sini toh. Masak kok gelap-gelapan gini sih mah? Mana kelihatan coba?” Tanyaku sambil menghidupkan lampu ruang dapur dan ruang makan yang letak saklarnya tidak jauh dari tempaku berdiri saat ini. Ceklek . . . Ruangan seketika menjadi terang, namun, ada yang sangat aneh sekali. Begitu aku melihat ke arah dapur, tak kulihat sosok mamaku kembali.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
Pembalasan Berkelas Istri Tak Sempurna

Pembalasan Berkelas Istri Tak Sempurna

Bab 203) Tahu Diri Lantaran merasa sangat penasaran, Ismah terus mengiringi sang putri yang melangkah menuju dapur. Lagi-lagi pemandangan miris ia temui. Ruangan yang disebut sebagai dapur itu tak lebih dari ruangan kecil dengan perabotan seadanya. Hanya ada perabotan standar, seperti kompor, panci, wajan, piring, gelas dan lainnya. Sama sekali tidak keliatan mewah seperti dapur orang-orang kaya yang biasa ia lihat di televisi. Bahkan dengan dapur di rumah Hanum pun kalah jauh.
7.880.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
Berpindah Tubuh Menjadi Istri CEO

Berpindah Tubuh Menjadi Istri CEO

gumamku kepada diriku sendiri lalu berucap lantang, “Ponsel milik wanita yang menolongku juga tidak ditemukan?” “Entah. Mungkin kepolisian mengambilnya, lagipula wanita itu tidak memiliki keluarga.” Mulutnya itu hanya berbicara fakta tetapi entah bagaimana selalu membuat lidahku kelu untuk membalasnya. *** “Kenapa dapur bagian sana luas, Ma?” tanyaku penasaran ketika keesokan harinya mama mertuaku menemaniku mengelilingi rumah. “Selain itu semua peralatannya lengkap tetapi tidak ada yang memasak di sana. Dapur baru, ya?”
107.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 201 kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
Rahasia Wanita Pemikat

Rahasia Wanita Pemikat

tanya Angel dengan wajah memperhatikan mama yang merapikan perabot dapur yang di pakai masak. Mama hanya terdiam, dia hanya menoleh ke arah Angel dan tersenyum. Setelah itu mama berjalan ke arah meja makan. Antara dapur dan meja makan ada sebuah pembatas. Disana diberikan pembatas tembok setengah, dengan dua daun pintu tanpa kunci, jadi kita akan tetap melihat seseorang yang berada di dapur walaupun berada di ruang makan. Dan pintu pada dapur itu, lebih mirip pintu pada sebuah film cowboy. Mama duduk di meja makan dan meminta Angel untuk sarapan agar tidak terlambat untuk masuk ke tempat kerja tanpa menjawab pertanyaan Angel tentang beberapa pakaian batik yang ada di lemari pakaiannya
9.219.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 797 kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
Dinikahi Calon Suami Mama

Dinikahi Calon Suami Mama

Saat menyandarkan sejenak punggung di kursi, ponselnya berdenting. Begitu di cek, pesan masuk dari Endah. Mama: [Nak, pulang nanti singgah di rumah mama ya? Ambilkan alat masak mama. Ada di dapur, yang warna cream. Soalnya punya istri kamu ini kecil, tidak muat memasak untuk kita bertiga.] [Beli saja lagi, Ma. Di toko perempatan jalan ada yang jual atau saya belikan pulang nanti.]
1023.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 734 kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
Istri kontrak om duda

Istri kontrak om duda

Aroma kayu manis bercampur harum masakan dari dapur tercium samar, menandakan bahwa jam makan malam sudah semakin dekat. Di tengah suasana rumah yang tenang itu, suara Mama Niar tiba-tiba pecah. Nada suaranya meninggi, terdengar jelas dari arah tangga menuju ke dapur. “Mereka terlambat?” ucapnya dengan nada tak sabar.
813 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
Miskin itu Memalukan

Miskin itu Memalukan

Kreek Pintu kamar mandi terbuka. Mamaku muncul dar sana dengan rambut tag basah habis keramas. Untungnya maa sudah memakai baju lengkap, bukan terlilit handuk. Pak Basuki bisa lari mendekat nanti kalau melihat mama cuma pakai handuk. Hahaha. “Ada apa, Pak?” Mama bertanya seraya melihat Pak Bas. “Itu, Bu, tangga steger di mana, ya? Biasanya kan di gudang, kok ini tidak ada?” Pak Bas bingung.
9.35.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 219 kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
BUKAN MENANTU KAYA

BUKAN MENANTU KAYA

“Mau BAB nggak?“ tanyaku sambil mengguyur badan Mamah. “Eng--nggak.“ Aku tersenyum saat Mamah membuka suara. “Mau pipis lagi?“ “En-enggak.“ Kuraih handuk di kastop, mengganti jarik sarung Mamah yang biasa dipakai mandi dengan handuk kimono. Kali ini Mamah menggerakkan tangannya, memudahkan kerjaku. Saat keluar kamar mandi, Mas Hasan sudah menunggu dengan senyuman lebar. “Enggak digendong, Dek?“ tanyanya saat Mamah melangkah sambil berpegangan pada tanganku. “Jalan aja, Mas. Biar makin lancar,“ jawabku. “Kalau Mamah nggak mau digendong, Adek sajalah yang Mas gendong.“ Mas Hasan mengerlingkan matanya. “Ehm ehm ... Cie cie,“ goda Rika yang ternyata berada di dapur.
1017.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 579 kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
Balasan Untuk Suami Pelit

Balasan Untuk Suami Pelit

"Oh, ya? Jadi Shelina udah tunangan, ya? Wah, harus bisa masak ini. Yuk, kita masak bareng. Besan, saya pinjam dapurnya, ya." "Pake aja, Ma. Itu dapur Rain, kok. Daerah kekuasaan Rain." Mama segera menarik tangan Shelina menuju dapur. Aku sebenarnya ingin tertawa, karena aku tahu persis bagaimana sikap jahil Mama. Ingat betul aku ketika Mama mengerjai suami Tante Irna, adik Mama yang bungsu. Ketika itu, Mama meletakkan bubuk cabe di celana dalammya dan menjemur hingga kering.
1057.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
Istri Dadakan CEO Lumpuh

Istri Dadakan CEO Lumpuh

sahut Papa Lucas dengan nada yang tidak kalah kesal, membela diri sambil mengacung-acungkan spatula. Bukannya merasa kasihan, aku justru semakin melebarkan senyumku. Sungguh pemandangan yang teramat langka dan menyenangkan. Tak lama, Mama Melissa melangkah anggun memasuki dapur. Beliau menatap kedua pria tua itu dengan gelengan kepala jengkel. Jika tidak segera dilerai, mungkin dapur di rumahku bisa kebakaran.
10563 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai dapur mamah
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status