Mas Duda, Beri Aku Lebih!
"Ambil ini!"
Arka menerima amplop tersebut dengan tangan gemetar. "Ini... apa, Pa?"
"Itu adalah surat dari Adrian. Surat yang dia diktekan sendiri kepada Gisel di ruang rawatnya di Zurich, sebelum kondisinya makin kritis," jawab Tuan Vale dengan mata berkaca-kaca.
Arka mendongak kaget. "Zurich? Adrian... kritis?"
"Bacalah, Arka. Baca tulisan itu dan lihat betapa besarnya dosa yang sudah kamu perbuat pada istri dan anakmu!" gertak Tuan Vale dengan nada suara yang bergetar menahan tangis.