Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mantanku Pengawal Pribadiku

Mantanku Pengawal Pribadiku

ucap Reyhan menengahi. “Bagus! Kamu mengerti. Kita jalan sekarang.” Dengan satu anggukan tegas, Aluna memimpin jalan ke cafe kecil yang terletak tak jauh dari gedung kantor pusat Wiratama. Kafe “Dua Rasa” berdiri tepat di seberang jalan utama yang membentang di depan kantor pusat Grup Wiratama. Dari luar, tampak fasad kaca besar yang memperlihatkan interior modern bernuansa kayu hangat dan tanaman hijau menggantung di beberapa sudut.
920 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 20 kali sebagai daun cafe
Baca
+Pustaka
Wanita Yang Menginginkan Suamiku

Wanita Yang Menginginkan Suamiku

Davin kini berpikir, jangan-jangan dia mulai dirasuki roh bangsul papinya yang sudah lama mati. Rute mereka selanjutnya adalah maid café. Di Tokyo, café-café semacam itu menyebar bak jamur di musim hujan. Disebut maid café karena dijamu oleh gadis-gadis cantik yang mengenakan pakaian ala pelayan. Pelanggan biasanya dilayani oleh para pelayan cantik itu selama singgah, dan pelayan tersebut menyajikan makanan lucu serta berbagai minuman disertai dengan senyuman mereka yang manis dan lebar.
1068.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.1K kali sebagai daun cafe
Baca
+Pustaka
MEZZALUNA [Indonesia]

MEZZALUNA [Indonesia]

umpatnya kesal. Setelah menempuh perjalanan 45 menit dengan sepeda motor, Ash dan Leona tiba di pusat kota. Mereka memasuki salah satu cafe dengan interior unik. Seperti tagline yang terpampang di depan pintu masuk, everything is so grey, semua furniture yang ada di dalam cafe itu berwarna abu-abu, termasuk seragam juga rambut asli para pegawainya berwarna abu-abu. Mereka langsung memanggil seorang pelayan setelah mendapatkan tempat duduk dengan posisi strategis –dekat jendela –menghadap ke jalanan langsung.
107.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 173 kali sebagai daun cafe
Baca
+Pustaka
Bidadari Pembawa Luka

Bidadari Pembawa Luka

Dia hanya ingin sahabatnya dicintai dengan layak dan juga bisa merasakan bahagia. Cafe itu diberi nama Amour Cafe dan juga bernuansa minimalis, cafe yang diperuntukkan untuk orang-orang yang terlalu sibuk dan ingin mendapatkan ketenangan. Dekorasi Cafe Amour pun sangat kental dengan nuansa alam dengan paparan tumbuhan hijau. Nila plus-nya adalah cafe ini adalah instagramable.
1010.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 353 kali sebagai daun cafe
Baca
+Pustaka
Istri Manis sang Pewaris

Istri Manis sang Pewaris

“Memangnya apa yang membuatmu tertarik sama café itu?” “Em… aku sendiri nggak tahu, tapi aku merasa café itu unik.” Davin menggenggam tangan Jingga erat saat mereka menyeberangi jalan. Dari luar, café itu terlihat tidak begitu luas. Pintunya berwarna merah dan di atas pintu itu bertuliskan Book Café. Dari namanya pun Jingga sudah bisa menebak bahwa itu bukan hanya café biasa.
10221.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.4K kali sebagai daun cafe
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Valenka Lamsiam
seru banget sama alur ceritanya. tegangnya dapet. bapernya dapet.pokonya bisa bikin nangis,marah,senyum² sendiri juga kadang bikin ngakak. selalu bikin kangen nunggu lanjutan up bab selanjutnya. suka banget sama karya kak Rosa Uchiyamana. i love you
eld
ini cerita termanis yg pernah aku baca sih. alurnya juga ga bertele tele, bener2 singkat, padat tapi sekali lagi manis. bahasanya juga enak dibaca, ga kaku dan santai gaya bahasa kita sehari hari yg buat baca jadi nyaman. big thanks to author udah buat cerita semanis ini ...️
Baca Semua Ulasan
Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa

Pesona Calon Ayah Tiriku Yang Penuh Kuasa

“Iya. Namanya Uncle Sam. Dia asli Indonesia, cuma sudah lama menjalankan bisnis di Nauru. Orangnya baik kok, ramah lagi. Kamu pasti betah kalau kerja sama dia.” Arumi hanya merespon kata-kata Andini dengan tersenyum simpul. Setelah itu, mereka pun segera melangkah masuk ke dalam kafe tersebut. *** Kafe itu bernama The Silent Hour. Auranya membawa jeda dan bisikan tentang kekayaan dalam setiap detailnya. Lantai marmer hitam mengkilap memantulkan cahaya kristal dari chandelier besar yang menggantung rendah. Sementara aroma karamel dan vanila dari kopi gourmet bercampur dengan wangi parfum mahal para kaum Borjuis.
1036.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 996 kali sebagai daun cafe
Tampilkan Ulasan (11)
Baca
+Pustaka
LV Edelweiss
Dear Pembaca, dikarena listrik dan jaringan di Aceh masih belum kondusif (pasca banjir dan longsor) mungkin aku nggak bisa update setiap hari. tapi aku bakalan usahain sebisanya untuk update. Semoga bisa dimaklumi...
Alan Nasution
critanya dri awal bgus , sampai timeskip mlh ngwur , demi mndpat ksih sayang ibu, rela gak rela , mnta suami sndiri nikah sma ibu angkat , kan kocak . suami gak mau tpi mohon2 , mkn tu ksih sayang ibu . pngin dpet ksih syang dan bles jsa gak hrus bhongin si pnolong dan ngorbanin suami juga kli.
Baca Semua Ulasan
Surat Wasiat Sang Duke

Surat Wasiat Sang Duke

kata Vania kemudian. Sang pelayan bengong tidak percaya karena pelanggan yang baru dilihatnya itu memesan banyak sekali kue dengan harga fantastic. Kafe Embun Pagi merupakan kafe sosialitas yang harganya fantastic karena pasarnya adalah menengah ke atas. Kafe ini milik Marchioness Titan Zoya. "Anu Nona..." Kata pelayan tersebut tergagap. "...." "Apa Nona tidak Salah pesan?" Pelayan tersebut ingin memastikan karena melihat penampilan pelanggan yang masuk menggunakan pakaian biasa seperti rakyat jelata.
107.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 256 kali sebagai daun cafe
Baca
+Pustaka
Terjerat Daun Muda

Terjerat Daun Muda

"Sandwich aja. Pakai telur ceplok. Dua porsi." "Siap." "Kak, masih ada stok dimsum di freezer?" tanya Ausyah. "Ada. Kamu ambil dan kukus sebentar," sahut Isah sembari menyalakan kompor. Avreen menuangkan isi teko yang ternyata air teh pekat, ke cangkir yang diambilnya dari gantungan dekat alat penanggang roti. Avreen menambahkan sedikit gula, lalu mengaduk minumannya sembari menghirup aroma harum dari teh tubruk.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai daun cafe
Baca
+Pustaka
Hamil anak siapa?

Hamil anak siapa?

Tak lupa ia memoles wajah dengan mekap sederhana dan tidak mencolok dengan liptint warna pastel. Caffè a Lago, atau kafe tepi danau menjadi pilihan Nadia. Bukan danau beneran, entah mengapa dinamai itu. Berada di pusat kota, di distrik ramai pelancong juga warga lokal, membuat suasana sama sekali tidak sepi. Nadia duduk di luar, di bawah pepohonan rindang seorang diri. Pesanan coklat hangat dan roti isi ayam dengan saus jamur diantar pelayan.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 358 kali sebagai daun cafe
Baca
+Pustaka
Skandal Panas Presdir Tampan

Skandal Panas Presdir Tampan

Pria itu kemudian memimpin jalan keluar dari ruang kerja Dona. Mereka berjalan berdampingan, meninggalkan butik Dona, menyebrang jalan menuju kafe yang berada tak jauh dari butik itu. Dona dan Dawson memilih meja di sudut kafe, tempat yang cukup tenang dan jauh dari keramaian. Pelayan kafe datang membawa menu dan tersenyum ramah pada mereka. “Aku akan pesan cappuccino, kamu mau pesan apa, Dona?” tanya Dawson sambil membuka menu.
1040.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 897 kali sebagai daun cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status