Dia yang Terluka
Setiap yang hidup pasti mati, satu hal yang tidak bisa dipungkiri oleh setiap mahkluk di dunia ini. Nadia memandangi tubuh yang terbujur kaku di depannya. Meskipun terasa menyesakkan, tetapi dia sudah mengikhlaskanya. Mungkin saat ini Nadia yang terduduk lesu karena sedih yang mendera, sambil merapal doa-doa untuk melepas kepergian orang yang dia sayangi. Dan suatu saat nanti, entah kapan, bisa beberapa saat kemudian, atau beberapa hari kemudian, atau bahkan lebih lama lagi, beberapa tahun kemudian, dia akan menyusul terbujur kaku tak bernyawa.
Hot Chapters