Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suami Dibuang Sayang

Suami Dibuang Sayang

Setelah mendengar ucapan Evie, Michelle lalu dengan cepat bertanya, ”Lalu siapa yang kamu suka? Evie hanya tersenyum tanpa mengatakan sepatah katapun, yang membuat Michelle lebih khawatir lagi. Setelah acara pengumpulan dana berakhir, semua yang hadir sudah membuat komitmen dengan Keluarga Tian untuk menolong Love Home. Selanjutnya, mereka sudah bersiap untuk mendekati Evie. Tapi Evie tiba-tiba berdiri dan berjalan menuju podium. Orang-orang menatap Evie dengan pandangan bingung, mereka tidak tahu apa yang ingin dia lakukan?
8.82.5M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65.3K kali sebagai dengarkan evie tamala kandas
Tampilkan Ulasan (474)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Rafa Khan
aslinya bagus ceritanya, tapi tambah kesini tambah gak jelas. banyak tokoh baru yang bermunculan, ceritanya jadi bias. yang paling lucu kamatian buah ginseng, marcus yang sudah mati malah dihidupkan lagi sam buah ginseng. cameron sebagai kepala keluarga Fu seperti tidak punya kekuatan apapun. ......
Baca Semua Ulasan
Terpesona Gus Tampan, Usai Dicampakkan Mantan

Terpesona Gus Tampan, Usai Dicampakkan Mantan

Dia pun siap mengancam pihak pondok pesantren. Panggilan pertama gagal. Namun di panggilan kedua, seorang petugas pondok pesantren mengangkat panggilan yang di lakukan oleh penculik tersebut. "Assalamualaikum dengan Wati, pondok pesantren Al-Madinah. Ada yang bisa saya bantu?" jawab petugas pondok pesantren.
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 98 kali sebagai dengarkan evie tamala kandas
Baca
+Pustaka
Malam Panas dengan Dosen Tampan

Malam Panas dengan Dosen Tampan

Biasanya yang turun terlebih dahulu adalah lead. “Sekali lagi, mohon maaf Bapak atas ketidaknyamanannya. Terima kasih telah menghubungi kami. Selamat siang.” Randy mengakhiri percakapan dengan sempurna. Dan itu membuat Claire sedikit terpana. “Selesai,” Lesung pipi pria itu muncul saat melepas headset-nya. “Pada akhirnya dia masih tetap harus menunggu proses eskalasi.” Randy mengedikkan bahunya.
2.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai dengarkan evie tamala kandas
Baca
+Pustaka
Misi Menggoda Bos Tampan

Misi Menggoda Bos Tampan

Tubuhku langsung melengkung ke atas, merasakan kenikmatan aneh yang membuatku ingin menghentikan pak James sekarang juga, tapi di sisi lain aku menginginkan pak James untuk terus di sana. Pak James memainkannya, menghisap, menyesap, mengulum, dan memainkannya dengan lidah. Rasanya, sesuatu yang tadi ingin keluar kembali lagi. Kali ini lebih terasa. Tubuhku menegang, melengkung ke atas. Tanganku memegang kuat spei. Hingga akhirnya, tubuhku bergetar hebat, mengeluarkan sesuatu dari bagian bawahku, sesuatu yang membuatku lega luar biasa. Pak James menyesapnya. "Manis. Enak sekali, Diana."
10854 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai dengarkan evie tamala kandas
Baca
+Pustaka
Bersama Gadis Gila Di Konser

Bersama Gadis Gila Di Konser

Dia berbisik pelan, “Ini benar-benar konser yang tak terlupakan.” Aku ingin meminta nomor Whatsappnya, agar mudah dihubungi ke depannya dan bisa melanjutkannya di tempat lain. Namun, dia menolak. “Kak, anggap saja ini pertemuan yang singkat. Kita jangan berhubungan lagi, anggap saja ini pengalaman yang tak terlupakan.” Aku berulang kali memohon, tapi dia menolak dengan tegas.
128.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.3K kali sebagai dengarkan evie tamala kandas
Baca
+Pustaka
Dilamar Tuan Duda

Dilamar Tuan Duda

Sembari menunggu, Sea memasang earphone dan mendengarkan beberapa lagu dari galeri musik favoritnya sampai waktu boarding pass tiba. Tak lama, Thomas memanggil Sea untuk mendengarkan bagian informasi sedang memberikan pengumuman kalau penerbangan menuju California mengalami penundaan selama kurang lebih tiga jam atau sampai ada pengumuan lebih lanjut dikarenakan ada pemeliharaan mendadak. 🌵🌵🌵
9.714.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 420 kali sebagai dengarkan evie tamala kandas
Baca
+Pustaka
Adik Ipar Malang

Adik Ipar Malang

Adik Ipar Malang Bab 33 A Rencana Liburan POV Laras "Perhatian semuanya!" Kak Elan berkata sedikit kencang. Semua terdiam untuk mendengarkan lebih lanjut. "Aku mau bilang, kalau Evan minggu depan harus pergi untuk meninjau cabang yang di Bali." Pemberitahuan dari Kak Elan membuat Evan membelalakkan matanya.
109.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 352 kali sebagai dengarkan evie tamala kandas
Baca
+Pustaka
My First Love is Paman (TAMAT)

My First Love is Paman (TAMAT)

Pikirannya berusaha berfikir positif untuk mengurangi kecemasan yang mulai tak terkendali, apakah sesuatu telah terjadi kepadanya atau… Lingga segera mengambil ponselnya kembali. “Bu.” “Eh iya, Apa Ira sudah pulang sekarang? “Masil belum Bu, tapi apakah Ibu tahu alamat Adri?” “Oh Ibu tahu, sebentar ya Ibu kirimkan lewat chat.” “Baik Ibu, terimakasih.” Pangilan berakhir, tak berselang lama sebuah pesan muncul dengan tulisan berisi alamat lengkap di kota tetangga itu.
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 316 kali sebagai dengarkan evie tamala kandas
Baca
+Pustaka
CEO Tampan itu Suamiku

CEO Tampan itu Suamiku

Aku berusaha menenangkan Nayla. “Aku nggak yakin, Kak, karena hidupku udah hancur.” Tangis Nayla makin menjadi-jadi. “Ada apa, Nay? Cerita sama Kakak.” Aku makin tidak mengerti dengan apa yang Nayla ucapkan. “Nama penipu itu Damar, Kak. Dia sudah merebut segalanya dariku.” “Maksudnya?” “Kami sudah melakukan hubungan terlarang, Kak.” Aku lemah mendengar pengakuan Nayla.
1020.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 623 kali sebagai dengarkan evie tamala kandas
Baca
+Pustaka
Gagal Move On!

Gagal Move On!

goda Aesen. “Semangat, dong!” Tara berusaha seceria mungkin, tanpa ada yang tahu kalau beberapa jam yang lalu ia menangis. “Naik-naik ke puncak gunung, tinggi-tinggi sekali~” Kaila mulai bersenandung. “Kiri... kanan... kulihat saja, banyak pohon cemaraaa~” sambung Eva. “Dikira lagi tamasya bocah SD kali, ya,” gumam Dio yang sudah memejamkan matanya.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai dengarkan evie tamala kandas
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status