Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bukan Cinderella

Bukan Cinderella

Namun, Dewa memilih duduk melantai dan menyelonjorkan kedua kaki lalu meraih tumblr minuman yang ada di dekatnya. “Itu berkasnya,” tunjuk Dewa pada sudut tempat duduk yang menempel pada dinding di belakangnya. Sembari meminum airnya, Dewa melihat Reno yang meraih berkas tersebut lalu membacanya dengan seksama. “Ini data tahun lalu, kan?” tanya Reno masih membaca berkas di tangannya. “Pas Lita hamil.” Dewa menghentak tumblrnya di lantai, lalu bersandar lelah menatap Reno. “Pokoknya habis percobaan bunuh diri.”
1043.1K viewsCompletedAdded to Library 947 Times as dewa pencabut nyawa
Read
+Library
Suami Muda Nona Konglomerat

Suami Muda Nona Konglomerat

"Akhiri kontrak kerjasama kita dengan keluarga Liem sekarang juga!" kata Dewa tegas. Dewa dibuat meradang setelah menemukan alat penyadap suara yang terpasang di sudut meja sofa. Bentuknya yang kecil menyerupai kancing baju pun berwarna hitam sama seperti cat meja, tak ayal keberadaanya tidak disadari siapapun—termasuk Dewa sendiri yang juga sering duduk di dekatnya. Kendati demikian, biarpun berukuran mini, tapi benda tersebut memiliki keunggulan tersendiri.
109.0K viewsCompletedAdded to Library 351 Times as dewa pencabut nyawa
Read
+Library
Pembunuh Dewa Penentang Surga

Pembunuh Dewa Penentang Surga

Beberapa menatap dengan kebencian murni, sementara yang lain terdiam, gelisah oleh tantangan berani yang kuajukan saat menghadapi kematian. Bahkan jenderal yang sombong itu mengerutkan kening, sedikit terganggu oleh tantangan terakhirku. "Aku akan membunuh siapa pun, bahkan dewa! Jika aku mati, aku hanya akan sedikit kesal melihat betapa takutnya para dewa... hahaha!" Tawa itu tiba-tiba terputus, disela oleh perintah tajam sang jenderal. "TEMBAK!"
753 viewsOngoingAdded to Library 22 Times as dewa pencabut nyawa
Read
+Library
Dewi Malam Sang Penyelamat CEO Impoten

Dewi Malam Sang Penyelamat CEO Impoten

Pamit Dewi Dewi pun langsung meninggalkan klub menuju kontrakannya. Saat sudah berada didalam kontrakkan kecilnya, Dewi seperti berpamitan pada bangunan yang sudah menemani jatuh bangunnya mengalami ujian hidup beberapa tahun belakangan. Dewi hanya membawa barang seperlunya, ia pamit pada pemilik kontrakkan hanya lewat pesan online serta memberi tahu jika barang yang ia tinggalkan dapat digunakan untuk penghuni dikemudian hari nanti.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as dewa pencabut nyawa
Read
+Library
Pengacara Miskin Itu Ternyata Miliarder

Pengacara Miskin Itu Ternyata Miliarder

"Pak. Anda ngapain? Sidang cere nggak sampe setahun, Pak. Habis itu kawin sama Mbak Kirana. Jangan main bunuh diri, Pak." "Apa, sih?! Siapa yang mau bunuh diri!" sahut Dewa geregetan, lalu menaikkan dagu ke arah peluru yang terlihat berada di depan kaca pembatas ruangan. "Itu bukan proyektil dari senjata beneran. Itu seperti air soft gun atau pistol rakitan sendiri. Paham?"
101.7K viewsOngoingAdded to Library 54 Times as dewa pencabut nyawa
Read
+Library
MENANTU SETENGAH DEWA

MENANTU SETENGAH DEWA

Tiba-tiba suara petir menggelegar dan dunia seketika menjadi gelap di sertai dengan angina yang sangat kencang, namun tidak hujan. Hakya meraba perut Kanaya, dan terduduk lemas, karena anak mereka sudah tidak ada lagi di dalam perut sang istri. "Siapa yang telah melakukan ini?!" teriak Hakya marah, matanya memancarkan cahaya merah darah. Bumi kemudian berguncang, Hakya tahu itu adalah kemarahan dari Dewa kehidupan. Sementara itu Nyonya Farah bahkan sedikitpun tidak mendatangi kamar Kanaya, dan dia tersenyum penuh kemenangan ketika tahu kalau Kanaya mengalami keguguran.
9.888.3K viewsCompletedAdded to Library 2.4K Times as dewa pencabut nyawa
Read
+Library
Kebangkitan Dewi Bunga

Kebangkitan Dewi Bunga

Sayang sekali upaya perlawanan Yingge berakhir sia-sia. Bruukh! Tubuhnya berkali-kali mendapat serangan hingga ia terjatuh sekarat. “Kaisar, serahkan putri iblis padaku!” Di tengah sekaratnya, dewi merak menggunakan kesempatan untuk mengakhiri Yingge. Sedangkan para dewa dan dewi lainnya kembali fokus melanjutkan kesibukan mereka pada sebuah benda yang berada tak jauh di atas kepala Yingge.
101.4K viewsOngoingAdded to Library 44 Times as dewa pencabut nyawa
Read
+Library
DOA KUBUR TAK SEMPURNA

DOA KUBUR TAK SEMPURNA

Tak cukup waktu lama, tubuh pria tersebut pelan tapi pasti mengering karena kehabisan darah. Nikita dan Hani tertawa cekikikan melihat pria tersebut telah menemui ajal dengan cara yang paling menyakitkan. Gumpalan darah membulat lalu berubah jadi bola api. Janin yang belum sempurna tersebut telah jadi kaki tangan utama Nyi Dhewot-penguasa Bukit Bajul.
103.4K viewsCompletedAdded to Library 86 Times as dewa pencabut nyawa
Read
+Library
KEMBARAN DEWA PERANG

KEMBARAN DEWA PERANG

Dia tidak bisa bergerak, tangan dan kakinya terikat pada tiang penghukum dan tubuhnya terlilit rantai besi yang mengitarinya. Di depannya, di atas singgasana, duduk seorang tua yang rambutnya sudah memutih tapi tidak menghilangkan aura Wibawa dan kuasanya. Dia adalah Dewa Agung, Dewa Wilis pemimpin para dewa. Dengan tatapan fokus, tajam dan dingin dia melihat pria di hadapannya tersambar petir terus menerus tanpa rasa kasihan. Itu adalah sebagai hukuman atas kesalahannya yang di perbuat oleh pria itu.
101.6K viewsOn holdAdded to Library 34 Times as dewa pencabut nyawa
Read
+Library
Pengantin Dewa

Pengantin Dewa

Wirya bergetar. “Aku... aku tidak mencuri. Aku hanya mengambil apa yang harusnya milikku!” Yama tertawa lirih. Bukan tawa kebahagaiaan, melainkan ejekan yang dalam. “Pusaka milik dewa kematian,” katanya, menunduk sedikit. “Dan kau seorang manusia fana menganggap itu hakmu?” Tatapan Yama menajam, memantulkan kilat di matanya. “Kau bahkan tidak mampu mengendalikan nafsumu sendiri.”
1.2K viewsOngoingAdded to Library 24 Times as dewa pencabut nyawa
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status