Pernikahan Penuh Luka
Lusianalirik sejuta lukalidah terlukanovel cantik itu luka lengkapkisah malam pernikahan
Aku merasa menang entah atas apa, aku sendiri tak benar-benar tahu.
****
Di rumah, suasana terasa berbeda. Sunyi. Terlalu sunyi.
Aku duduk berhadapan dengan Bara, tapi rasanya seperti ada dinding tak kasatmata di antara kami. Tak ada percakapan, tak ada tawa, bahkan sekadar basa-basi pun tidak. Aku menunduk, mempermainkan jemariku sendiri, mencoba menenangkan degup jantung yang tak beraturan.