Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Bayangan Dibalik Cermin

Bayangan Dibalik Cermin

Detik berikutnya, sosok kabur muncul dari balik kabut. "Mira, sembunyi!" Andi berbisik panik, menarik tangan Mira dan mendorongnya ke balik sebatang pohon besar. Mereka berdua menahan napas, mengintip dari balik pohon, berharap sosok itu tidak menyadari keberadaan mereka. Dari balik kabut, sosok itu semakin mendekat. Tubuhnya kurus, pakaian compang-camping, dan kepalanya tertunduk, rambutnya berantakan menutupi sebagian besar wajahnya.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai di balik kelambu
Baca
+Pustaka
Gelang Langit

Gelang Langit

“Pantulan bukan sekadar bayangan. Ia cerminan jiwa. Dan jika cermin rusak... yang muncul bisa jadi kebalikannya.” *** Malam semakin pekat. Mereka kembali ke balai bambu yang disediakan oleh Denatra. Ruangan itu remang, hanya diterangi satu lampu minyak kecil. Angin malam berdesir dari sela-sela anyaman dinding, menciptakan suara lirih yang seolah berasal dari dunia lain.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 69 kali sebagai di balik kelambu
Baca
+Pustaka
Di Balik Senyum Palsu

Di Balik Senyum Palsu

tanya Susi sembari mengambil dompet dari saku celananya. "Balado ayam, tumis kangkung, tumis pare, bacem tempe. Semuanya jadi 23 ribu Sus," ucap Devita setelah menghitung semua yang dipilih Susi. "Nggak ada uang kecil Vit," ucap Susi setelah membuka dompetnya. Tangannya mengeluarkan beberapa lembar uang berwana merah. "Gimana ya? aku juga belum ada kembalian," Devita menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal.
735 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai di balik kelambu
Baca
+Pustaka
Di Balik Gunung, Ada Bulan yang Menunggu

Di Balik Gunung, Ada Bulan yang Menunggu

Putri bungsuku menepuk lenganku sambil bertanya penuh semangat, “Lalu bagaimana, Mama? Setelah itu bagaimana?” Aku dan Tomi saling bertukar senyum. “Setelah itu… lahirlah kalian, tiga bocah kecil yang selalu bikin rumah ini ramai.” Angin malam berhembus, membawa aroma bunga gardenia. Saat itu aku sadar, semua luka, penderitaan, dan air mata di masa lalu… benar-benar hilang bersama angin. [Tamat]
5.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai di balik kelambu
Baca
+Pustaka
KEMBALI PULANG

KEMBALI PULANG

tanya Ersa dengan bulu kuduk berdiri, melihat rumah Rebekha yang sangat gelap. "Ga tau, mungkin suami nyokap gue lagi mabok makanya ga nyalain lampu." jawab Rebekha tak kalah takut. Syukurlah kehadiran Donna membuat kedua gadis penakut ini mendapatkan sedikit keberanian. Rebekha meraba-raba mencari kunci yang biasanya disembunyikan ibunya di bawah pot bunga ketiga. "Ini dia. Ayo masuk." ajak Rebekha setelah mendapatkan kunci.
108.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 263 kali sebagai di balik kelambu
Baca
+Pustaka
Kembalinya sang Pewaris

Kembalinya sang Pewaris

ucap Glenn sinis. Ia melirik sekilas Clarita dan segera menariknya ke belakang punggungnya. "Diamlah! Kau tidak usah ikut campur. Urus urusanmu sendiri, pergi dari sini!" ujar si Bulat. Glenn membuang napas jengkel, "Apa katamu? Kau menyuruhku untuk diam? Memang apa hakmu melakukan itu?" Si Bulat meludah ke samping dan tersenyum merendahkan seolah mengejek perkataan Glenn. "Aku? Malaikat pencabut nyawa, tentu saja."
1057.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai di balik kelambu
Baca
+Pustaka
Mayat di Balik Plafon

Mayat di Balik Plafon

kekeh Adhisti. Kini pandangannya tertarik pada sebuah ruangan di ujung koridor lantai dua dengan kondisi sekitar yang temaram dan terpelosok. Kamar itu sama tertutup namun sebuah gantungan di sana sedikit membuatnya tertarik. Benda berwarna cokelat yang terbuat dari kayu itu tampak terbalik, Adhisti mendekati lalu membaliknya. Matanya sedikit memicing saat membaca tulisan dengan huruf lain itu.
8.718.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 558 kali sebagai di balik kelambu
Baca
+Pustaka
Kembalinya sang Ahli Waris

Kembalinya sang Ahli Waris

Seperti mendapat energy baru, Ben langsung setuju saat Nyonya Jang Geum memintanya untuk pulang ke rumah. Bersama dengan Nyonya Jang Geum, Ben melangkahkan kakinya meninggalkan jembatan perbatasan antara desa Cheong sam dengan pusat desa wisata. Namun, tetap saja tujuan pulangnya kali ini bukanlah ke rumahnya, tetapi pulang ke rumah Elmo.
105.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 123 kali sebagai di balik kelambu
Baca
+Pustaka
Kelabu

Kelabu

jawabku sembari menggodanya. Gadis itu tersipu berujung mendaratkan pukulan kecil di lenganku. “Yasudah mari kita siap-siap.” Kujawab dengan anggukan bersemangat. Aku segera meletakkan tasku di dalam ruangan tempat beristirahat. Lalu bergegas keluar tak lupa memakai celemek kesayangan yang bertuliskan Coffee Paradise di bagian tengahnya. Setelah itu aku berjalan santai sambil mengikat rambutku.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai di balik kelambu
Baca
+Pustaka
Di Balik Skandal Suami

Di Balik Skandal Suami

Dan kami langsung di papah menuju pelaminan. Ini adalah malam pertamaku dengan Mas Rizky di Bali. Ibu, bapak, Diva, Nessia dan Radit pun belum pulang. Rencananya kami akan pulang bersama besok lusa. Kami masih menikmati liburan ini. Dan kini mereka entah dimana. Pasti mereka sibuk jalan-jalan masing-masing. Mereka sengaja meninggalkanku berdua bersama suamiku di dalam kamar pengantin. Ting!
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 441 kali sebagai di balik kelambu
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status