Kukira Dia Cinta, Ternyata Pemberi Luka
Lakmuscerita sek ibu mertuacerita mertua cantikcerita mertuacerita mertua perkasa
Dia ingin mengambil mikrofon dariku untuk mengendalikan suasana yang mulai gaduh, lalu berusaha menggenggam lenganku, mencoba menjelaskan.
"Nisa, kamu benar-benar nggak bisa melihat hidupku baik sedikit saja, ya? Aku sudah bilang, asal kamu berhenti mengungkit hal ini, kita bertiga bisa hidup damai seperti dulu."
Bertiga?
Dalam "keluarga kecil" yang dia bicarakan itu, siapa pun bisa ada di dalamnya, asal bukan aku.
Aku menatapnya dengan dingin, lalu melepaskan genggamannya dengan tegas sambil berseru, "Tandatangani saja. Nggak ada yang perlu kita bicarakan lagi. Aku hanya berharap kamu bahagia."