Imamku dari Seoul
Sebentar lagi, semua itu hilang.
Sabiya merasa tercekat mendengar Hamas seperti melepasnya. Kakinya berat melangkah untuk mengejar Hamas, laki-laki yang sudah dia impikan menjadi imamnya. Sabiya merasa jahat. "Waalaikumsalam, K-ak Hamas. Maafin aku," tangisnya sakit. Dia sungguh menyalahkan Mamanya atas semua ini.
Hamas lanjut berjalan cepat bersama tangisan Ella, meninggalkan area rumah Sabiya. Niat bulatnya sudah tidak rapi lagi, bagai lingkaran yang koyak di setiap sisi.
الفصول الرائجة