ENAK, PAK DOSEN!
Di sebelahnya, Diana duduk kaku, tak lagi mengguncangnya, tapi ketegangannya jauh lebih berbahaya.
Mata Diana terpaku lurus ke depan—seolah menembus kaca depan, menembus ribuan mobil, dan langsung menuju kobaran api yang membakar mimpinya.
"Mas ... kita sampai kapan di sini? Kenapa kita malah terjebak mata seperti ini, sih, Mas?" bisik Diana, suaranya kini kembali pelan, tetapi dingin, penuh penantian yang menyiksa.
Hot Chapters