MENANTU IMPIAN IBU
Dilan berusaha mengemukakan alasannya,
"Bismillah, Mas. Aku gak akan dapat masalah. Aku hanya ingin ngobrol dengan orang yang punya stan sini barangkali ada tempat."
"Baiklah, tapi kamu harus tetap waspada, ya. Jangan mudah percaya sama orang."
"Iya, iya. Aku ngerti kok," sungut Dini.
Dilan mendekatkan pipinya ke pipi Dini. Lalu menunjuk dengan jarinya. Dini yang gemas kemudian menimpuknya dengan tas kecil yang dibawanya.
"Aww! kebangetan kamu ya, Dek," Dilan menjerit kesakitan. "Aku cuma minta sun pipi, tapi kau kasih tamparan dengan tasmu itu."
Hot Chapters