Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
DAISY

DAISY

Air matanya juga tak berhenti mengalir, ia juga hancur sama seperti Arthur. "MAMA!" teriak Arthur lantang. Mengguncang lebih kuat lagi dan berakhir memeluk tubuh tak bernyawa itu. "Jangan pergi, Ma. Jangan!" "Aku belum siap Mama pergi." Percuma. Mama tidak akan kembali. Tubuh Mama sudah dingin. Mama tidak akan membuka mata lagi. Mama sudah pergi. *** Hari ini adalah hari paling berat bagi Arthur dan Daisy.
105.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai disappeared
Baca
+Pustaka
WITHERED

WITHERED

Keringat dingin yang membasahi punggungku sudah menyebar ke seluruh tubuhku kini, sementara pandanganku mulai kabur. Dan, hal terakhir yang kuingat adalah pegawai cafe yang berlari juga gelas Anggita yang jatuh lalu pecah berserakan. Lantai dingin yang rasanya begitu keras makin tak terasa di tubuhku yang tersungkur bersama kesadaran yang menghilang. Andai kesadaranku terus menghilang, mungkin aku tak perlu merasa sakit yang menyesakan lagi. 'Akan sebagus apa itu terasa?'
1023.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 618 kali sebagai disappeared
Baca
+Pustaka
Kepergian Tanpa Tanggal Pulang

Kepergian Tanpa Tanggal Pulang

Dia terdiam lama, hingga akhirnya berbicara dengan suara serak, “Nadya... Bisakah kita kembali seperti dulu?” Setelah mendengarkan itu, aku tersenyum lembut. Kembali seperti dulu? Dia telah menghancurkan segalanya dengan tangannya sendiri dan sekarang dia masih bermimpi untuk mendapatkannya kembali? Sayangnya, diriku yang dulu telah meninggal di meja operasi. Aku menatapnya, mataku tenang dan acuh tak acuh, “Carlos, kita sudah tidak lagi sama seperti dulu."
6.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 221 kali sebagai disappeared
Baca
+Pustaka
Broken

Broken

ucap Yandi panjang lebar menjelaskan situasinya “Reina hilang maksud kamu?” tanya Vian terkejut. “Eh... aku belum bisa simpulin gitu sih, om. Tapi bisa jadi juga, om. Soalnya dia gak bisa dihubungi sama sekali,” jawab Yandi. “Tunggu, om kenal sama sahabat aku? Kok om kayak kaget gimana gitu?” tanya Yandi merasa aneh. “Iya, om kenal dia,” jawab Vian. “Ya udah kamu tenang, aja. Om juga bakalan cari Reina sampai ketemu. Nanti kita berkabar, ya.”
1013.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 290 kali sebagai disappeared
Baca
+Pustaka
Pilihan yang Menghancurkan

Pilihan yang Menghancurkan

Sudut Pandang Reyhan. Rumah besar itu sunyi. Sunyi yang mencekam. Aku mendorong pintu utama hingga terbuka. Hanya lorong-lorong kosong yang menyambutku. Lukisan-lukisan Kayla hilang. Piano kesayangannya hilang. Bahkan sepatu dansa yang biasa dia tinggalkan di dekat pintu ... juga hilang. Seolah-olah dia tidak pernah ada di sini.
25.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 764 kali sebagai disappeared
Baca
+Pustaka
Wait At 24

Wait At 24

Mata pengawas itu seakan bilang " rasain loe!!" Adjie benar-benar menghilang tanpa jejak. Semua nomor yang bisa dihubungi berada di luar area, kamar kos yang biasa dia tempati sudah kosong tak berpenghuni, teman-temannya bungkam tak mempunyai informasi dan semua akun media sosialnya hilang. Adjie seperti seseorang yang sengaja Tuhan ciptakan khusus untuk menggodaku dan setelah itu dia benar-benar hilang. Dia sudah menyiapkan kepergiannya dengan matang, tanpa meninggalkan sedikitpun hal yang dapat aku kenang, sampai tak ada satupun foto yang tersisa setidaknya untuk aku ratapi. Aku terlalu menikmati kebersamaanku dengan Adjie, sampai tak berpikir untuk mengabadikannya dalam sebuah foto.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai disappeared
Baca
+Pustaka
BROKEN

BROKEN

Perlahan suara Yodas mengecil. “Yodas, Yodas!!” Nick menepuk-nepuk pipi Yodas, tetapi suara lirihnya tiba-tiba hilang setelah kelopak mata mengatup rapat. Mehmet memeriksa denyut nadi dan udara yang dihidung Yodas. “Dia sudah tidak ada,” ujar Mehmet, air mata yang meleleh menandakan hatinya yang hancur. “Tidak!!” Jeritan Nick bagaikan bom yang memecahkan gendang telinga.
109.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 180 kali sebagai disappeared
Baca
+Pustaka
TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU

TIDAK ADA NAMAKU (Aku Tidak Terdaftar di Acara Piknik RT) "Mbok, ada apa? Kenapa Simbok menangis?" tanyaku khawatir ketika melihat simbok duduk di tepi tempat tidur dengan air mata bercucuran. Entah apa yang terjadi karena aku dan Zizah baru saja pulang. "Apa ada yang sakit, Mbok? Siti antar ke dokter, ya," tanyaku lagi.
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 271 kali sebagai disappeared
Baca
+Pustaka
Pulang

Pulang

Angga hanya bisa diam, tidak ada yang bisa dilakukan, pria itu hanya sesekali mengusap bahu gadis itu. Gundukan tanah kuning itu sudah sempurna, menelan tubuh sang ibu di dalam perutnya. Sebuah papan nama pemilik makam juga susah tertancap, sebuah papan bertuliskan nama seseorang wanita yang meninggal dengan cara yang cukup mengenaskan. Tidak ada yang tau apa yang seberapa terjadi, dia hanya ditemukan sudah tidak bernyawa begitu saja. Orang-orang satu persatu juga sudah mulai pergi, pemakaman yang tadinya ramai kini berangsur sepi.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai disappeared
Baca
+Pustaka
BIDADARI YANG HILANG

BIDADARI YANG HILANG

Aku benar-benar butuh kebenaran dan kejelasan wanita itu secepatnya. Hari berlalu begitu cepat. Namun, entah mengapa kesedihan ini tak kunjung berlalu. Satu tahun sudah aku hidup tanpa Allea. Tak tahu lagi ke mana harus mencari. Sampai detik ini aku juga tidak tahu di mana Arga tinggal. Jadi, aku tidak bisa mencari tahu lebih lanjut tentang wanita yang ada di pusat perbelanjaan itu. Kami sudah tidak pernah bertemu lagi. Mas Bram pun masih bungkam perihal alamat Arga karena khawatir aku membuat onar di rumahnya.
4.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 181 kali sebagai disappeared
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status