AKU ISTRI PERTAMA TETAPI AKULAH GUNDIKNYA
"Saya terima nikah dan kawinnya Rima Kania Putri dengan mas kawin tersebut. Tunai," suara lantang Fandi memecah keheningan.
"Sah," sahut dua orang saksi dan penghulu yang ada dalam ruangan apartemen.
Air mata Rima menetes ketika penghulu mulai membaca doa usai ijab qobul. Rasa bahagia, sedih, juga bersalah membaur jadi satu. Bahagia karena dinikahi oleh lelaki yang sangat dicintainya. Sedih karena pernikahan ini dilaksanakan secara siri, tanpa tamu undangan ataupun dekorasi.
"Maafkan Rima, Kak Alda," ucapnya dalam hati.
Dengan gemetar, Rima meraih tangan Fandi lalu mengecupnya. Fandi mengusap lembut pelupuk kepala istrinya seraya berdoa. Iya berharap rumah tangganya dengan Rima bisa
Hot Chapters