Dada Malam, Nafas Pagi
Kapal berderit keras, bergoyang hebat, dan cangkir baja di meja terbalik.
Kania menjerit pelan, tubuhnya menegang karena terkejut. Ia merasa ia akan jatuh dari ranjang.
Dalam sekejap, Arsa berbalik. Gerakannya cepat, naluriah, dan tanpa sadar. Ia menarik Kania ke dalam pelukannya yang kuat, memeluknya dengan erat.
"Tenang," desis Arsa, suaranya dalam dan tenang, menenangkan. "Hanya laut. Baja ini kuat."
Hot Chapters