RIVAL (KAU SIKSA ANAKKU, KUHANCURKAN HIDUPMU)
tanya Ambar sambil menatap tajam.
Aku diam sambil terus mengamati ekspresi wajah Ambar.
“Setiap orang pasti punya kesalahan, Mas. Karena kita buka Nabi Muhammad yang sempurna. Nabi Adam saja tergoda dengan bujuk rayu Siti Hawa, padahal Allah sudah melarang mereka memakan buah khuldi. Apalagi aku yang manusia biasa? Setiap orang punya dosa, hanya saja, masing-masing dari kita memilih dosa yang berbeda. Dan aku, aku pas dengan dosa dan ujian yang ini. Allah saja maha pemaaf, kenapa kamu dan Ibu tidak bisa memaafkanku, Mas? Apa kalian ingin Gendis menderita, hidup dalam keluarga yang bercerai berai? Kita orang tua bisa mencari kebahagiaan sendiri, Mas, tetapi anak kita, hanya akan bisa bahagia
Sikat na Kabanata