Gadis Tomboy Milik Ustaz Tampan
Fatimah mengusapkan kedua telapak tangannya ke wajah sebagai tanda penutup doanya.
Nadia yang sedang berdiri di depan pintu masjid hanya memutar bola matanya malas. Sudah berapa kali ia harus mendengarkan doa itu? Hampir setiap detik, menit, jam, dan hari Fatimah selalu memanjatkan doa yang sama. Sungguh kebucinan sahabatnya itu sudah berada dalam taraf akut. Sampai kapan Fatimah akan berharap kepada pria yang tidak mencintainya itu? Kalau dipikir-pikir sahabatnya itu cantik, shalihah, anaknya orang kaya, pintar, lemah lembut, dan pandai masak lagi. Seharusnya gadis itu bisa mendapatkan pria yang lebih dari Boim. Ya, namanya juga cinta. Kita tak bisa mengendalikan hati akan berlabuh ke mana.