Setiap Momen adalah Kamu
guman Dona, sambil melangkah mendekat ke Yusuf.
“Tumben, pagi banget sudah ke sini, Mas?” sambut Dona, menarik kursi, mempersilakan pria itu, duduk.
Yusuf tidak menjawab. Dia menarik selembar dokumen dari dalam tas ransel yang dibawanya.
“Apa ini?” Dona penasaran, langsung mengambil tempat di samping Yusuf. “Rumah impian dengan halaman luas, depan dan belakang. Sesuai impianmu,” ucap Yusuf, senyumannya melebar.
Bab Populer