Jurnal Sang Dokter
lanjutku.
Ibu Kayati terdiam, tidak ada suara yang keluar dari bibirnya.
“Apa dokter yakin semua ini bukan kesalahan saya?” Tanya ibu Kayati.
“Sangat yakin, ini murni adalah pemberian dari Tuhan, hadiah terindah. Ibu tidak perlu menyalahkan diri sendiri, ibu kuat dan wanita yang tangguh. Jadikan dia penyemangat, dia akan membahagiakan ibu,” ucapku.