Sentuh Aku, Om Dokter!
ujarnya dengan suara yang pelan, seraya mengulurkan tangan dengan hati-hati, memberikan sebuah dompet kulit berwarna hitam yang sudah tergores sedikit di bagian sudutnya.
Aku kenal dompet itu. Aku yang membelikannya sebagai hadiah ulang tahun pada tahun lalu. Tanganku gemetar hebat saat menerimanya, ujung jariku bahkan sedikit kesemutan karena kegelisahan.
Saat baru saja kubuka dengan hati-hati, lembaran KTP dengan foto wajahnya yang tersenyum tersaji jelas di depan mata, dan di bawahnya terselip foto pernikahan kami. Di foto itu, kami saling merangkul dengan senyum bahagia yang seolah jauh berbeda dengan kondisi sekarang.