Mahar 50 Juta dari Si Petani
"Kamu gak akan paham, Dilsah!"
"Aku paham, Mas," sahut Dilsah lagi. "Sangat paham sekali bagaimana sakitnya dihina dan dipermalukan, bagaimana terlukanya ketika direndahkan dan dipandang sebelah mata oleh orang lain. Aku ... sangat paham, Mas Akbar." Dilsah mengusap butiran bening yang meluncur bebas di pipinya. "Aku sudah kenyang dengan banyaknya kata-kata buruk yang keluar dari bibir Kanaya di masa lalu. Dan kalau Mas tanya apakah aku masih menyimpan sakit hati itu sampai detik ini, maka jawabannya adalah tidak! Aku ... menyerahkan sepenuhnya balasan untuk mereka kepada Allah. Sungguh, Mas, balasan Allah jauh lebih pedih."
"Memaafkan tidak akan membuat kita rendah, Mas. Jangan menyimpan be