Dinikahi Mas Pandu
Duta menghela napas sambil merosotkan bahunya.
Ditatapnya buku itu, lalu menggaruk kepala, melirik Diva yang mengedikkan bahu, lalu menatap Pandu lagi.
"Nggak tau," jawabnya. Pandu lalu mengajarkan Duta, ia yakin putranya mau dan bisa membaca jika tak pakai metode marah-marah ala Zita. Hingga, lima belas menit kemudian.
"Batu, Duta... Ba-tu... Be sama A di baca, Ba...!" Akhirnya meledak juga kemarahan Pandu. Zita mengulum senyum.