Ku Balas Kematian Anakku
"TIDAK! Amanda, Sayang... Lihat Mama... Jangan tutup mata, ya? Jangan tidur, Sayang... Mama mohon...!"
Arimbi membungkuk, menempelkan keningnya di tangan kecil Amanda. Dadanya sesak. Air matanya tak henti-hentinya jatuh, sementara ambulans terus melaju menerobos kemacetan.
Seakan-akan, waktu bergerak terlalu cepat, tetapi di saat yang sama juga terlalu lambat.
Seakan-akan, ia tengah berpacu dengan maut untuk merebut kembali nyawa putrinya.
인기 회차