Dilamar Nenek-nenek
Dia yakin sang mama mulai merencanakan sesuatu di belakangnya.
Plak ...
Pukulan Arimbi mengenai lengan si sulung.
"Kok, dipukul lagi, sih, Ma?" Sambil menggosok lengannya yang terasa panas.
"Mulutmu makin ngawur kalau ngomong, Mas. Bu RT minta tolong dibuatkan sayur lodeh untuk acara tahlilan nanti malam. Mama mana kuat kalau suruh bawa sayur itu sendirian. Sayurnya itu sepanci gede, bisa patah pinggang Mama kalau bawa sendiri," terang Arimbi, "ngapain Mama mau nyogok Bu RT? Biarin aja kamu nggak usah nikah. Nanti, kalau Mama mati penasaran karena nggak punya cucu, Mas, tanggung sendiri penyesalannya."
Hot Chapters