Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
ENAK, PAK DOSEN!

ENAK, PAK DOSEN!

Ia sendiri hidup di kota orang, tak ada pengalaman atau keahlian khusus. ***** “Kopi, Mas?” tawar Diana mendekat ke arah pasangan muda yang sedang duduk di kursi taman kota. “Boleh, Mbak. Dua ya.” “Saya juga mau, Mbak! Kopi jahe nya ada?” “Ada, Mas.” Pegal dan juga letih. Sedari dua jam lalu, baru sepuluh cup kopi terjual. Dan sampai waktu menunjuk ke angka delapan malam, Diana pulang dengan senyum mengembang.
9.9278.5K viewsCompletedAdded to Library 6.1K Times as dua kopi
Show Reviews (32)
Read
+Library
Zizizaq
Suka baca karya orang lain, selain seru buat belajar juga. Ini ceritanya bagus.🤍 baca juga karya Zizizaq 1. Nikah kontrak berbuah cinta 2. Antara mencintai dan melupakan 3. Wanita ketiga duda kaya
OTHOR CENTIL
Hallo, Kak. Maaf kalau ceritanya tidak sesuai ekspektasi Kakaknya, ya. Di bab awal itu sudah jelas, Diana butuh uang karena uang sakunya dibatasi. Soal password kartu ATM itu, Damar juga bilang kok kalau sandinya nanti dikasih tahu lewat pesan.
Read All Reviews
Jodoh untuk Aira

Jodoh untuk Aira

Suasananya sangat nyaman. "Duduklah," suruh Dewa, "gua udah pesenin dua cangkir kopi hitam. Satu buat gua satu buat lo. Tanpa sianida." Ia menyeringai, tampangnya nampak lebih konyol dari biasanya. "Terima kasih. Tapi aku tak ingin kopi malam ini." Aku mulai duduk di kursi dengan tangan menyilang di dada dan menyandarkan punggung.
3.7K viewsOngoingAdded to Library 126 Times as dua kopi
Read
+Library
Istri Perawan Disangka Janda

Istri Perawan Disangka Janda

Sangat membenarkan ucapan Daehan. Mereka saling diam. Tengah sama-sama menikmati kopi sedap selera masing-masing. Daehan kopi hitam tanpa krimer dengan sedikit gula. Sedang Daishin memilih kopi kapucino yang pekat dan legit. Meski kesukaan mereka adalah fleksibel dan tergantung situasi. “Sebelum serah terima kepemilikan, pasti sibuk sekali kamu, Shin?” tanya Daehan setelah lama diam.
10437.4K viewsCompletedAdded to Library 10.5K Times as dua kopi
Read
+Library
Istriku, Kekasih Abangku

Istriku, Kekasih Abangku

Dua gelas kopi sudah ada di atas meja mereka: segelas kopi hitam pekat, dan gelas lain dengan warna kopi yang lebih krem. Adri meraih telinga gelas yang berisi kopi hitam pekat. Ia menyesapnya sedikit sambil melirik ke arah jendela. Mungkin kata-katanya tadi terdengar terlalu keras untuk Ravi, dan ini kali pertama ia seperti ini kepadanya. Namun, semua itu ia lakukan demi Ravi. Ia tidak mau pria itu gagal menjadi suami bahkan gagal menjadi anak. Ia tidak akan membiarkan Ravi menyesal, seperti dirinya dahulu, yang sampai kini masih menjadi trauma yang mendalam baginya. Sementara itu, Ravi memandangi sudut meja cokelat yang mengilap di hadapannya.
5.0K viewsOngoingAdded to Library 144 Times as dua kopi
Read
+Library
Dimanja Nyonya Dan Nona Muda

Dimanja Nyonya Dan Nona Muda

tanya Maudy tiba-tiba sambil menunjukkan dua kemasan kopi yang berbeda di kedua tangannya. "Eh? Kopi hitam, Non... Tapi bukannya di rumah stok kopi masih banyak ya?" tanya Juned heran. Maudy memasukkan kopi hitam pilihan Juned ke dalam troli. "Ini buat di acara nanti, Mas. Kan kita di villa nanti jauh dari warung... biar nggak keluar ke mana-mana cuma buat nyari kopi," ucap Maudy santai.
9.9218.5K viewsOngoingAdded to Library 6.3K Times as dua kopi
Read
+Library
Hestia

Hestia

Ia pura-pura mengambil tisu sambil mengamati ke arah kasir. Stella tampak memesan dua gelas kopi. Dua. Bukan satu. Odi kembali ke meja dengan ekspresi seperti baru menemukan petunjuk penting dalam serial kriminal. “Dia beli dua kopi.” Patra menatapnya datar. “Orang boleh beli dua kopi.” “Buat siapa?” “Temennya, staff lain, sopir, satpam, random stranger. Dunia luas, Di.”
10841 viewsOngoingAdded to Library 18 Times as dua kopi
Read
+Library
Duka Cita

Duka Cita

“Lo ditunggu mas Qai depan kafe lobi, buruan katanya. Dia mau rapat sama pak Pras.” “Buruan, Cit!” sambar Aldo. “Kita juga mau cabut habis ini.” “Iyaaa!” Cita langsung beranjak dan berlari menuju kafe yang berada di samping lobi kantor Metro. Melihat Qai sudah bertolak pinggang di sana, Cita segera memberi senyum ramah selebar mungkin. “Napa, Mas?” “Saya mau rapat, terus lanjut keluar kota.” Qai memutar tubuh, untuk mengambil sebuah paper bag yang ada di kursi kafe di belakangnya. “Ini, biasa. Titipan mas Nando buat kam—”
9.838.3K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as dua kopi
Read
+Library
Second Woman

Second Woman

Aroma kopi membuat perempuan di sofa itu mengendus hingga bangunan. "Itu pasti aroma espresso," Danilla mulai mengendus aroma espresso. "Ini buat kamu," Kiano menyuguhkan secangkir espresso dengan one shoot. Aroma kopi jenis Robusta memang sudah bisa Danilla tebak. "Robusta?" tebak Danilla yang sudah hafal dengan jenis kopi. Ia memang pecandu kopi sejati. "Kamu suka kopi juga?" tanya Kiano sambil menyeruput secangkir kopi yang masih terlihat kepulan asapnya.
106.8K viewsOngoingAdded to Library 230 Times as dua kopi
Read
+Library
Cinta Tanpa Tapi

Cinta Tanpa Tapi

Sekitar sepuluh menit, Ratna sudah kbali dengan dua cangkir kopi yang wanginya sangat menggoda. "Wangi banget ini, Non. Pakai kopi apa?" tanya pak Wook yang menyeruput kopi ya sedikit demi sedikit. "Pakai kopi yang di dapur la, Pak!" "Tapi kok beda, ya?" tanya pak Wook seolah sedang bermonolog "Beda tanganlah pak Wook." Aldo mencoba menggoda pak Wook. "Wah, ternyata kopi buatan Non mantap banget, kalah kopi buatan bik Nah. Ini seperti kopi bikinin ...."
9.856.6K viewsCompletedAdded to Library 2.0K Times as dua kopi
Read
+Library
Nobody Knows

Nobody Knows

Kirei tidak kuasa menahan senyumannya. “Jenis kopinya yaitu arabika, librika, robusta, excelsa.” Ujar Haru lagi dia menoleh melihat Kirei yang berada di samping atasannya dengan menyunggingkan senyum. Kirei mendengus kesal mendengar kata asing baginya dia menatap kesal Haru tapi langsung merubah ekspresi menjadi senyuman saat menatap atasannya dan berkata.
103.4K viewsOngoingAdded to Library 78 Times as dua kopi
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status