SENTUHAN HARAM SUAMIKU
Padahal di luar sana masih banyak orang yang lebih susah dariku.
Dari kejauhan nampak terlihat sebuah masjid. Aku yang sedang duduk di atas motor, segera melajukan kuda besiku menuju bangunan bercat hijau muda tersebut. Setelah sampai aku turun, memarkirkan motorku di halaman masjid yang tidak terlalu besar tapi cukup nyaman. Kulihat sekeliling, sepi. Ya, karena ini bukan waktunya untuk menunaikan solat wajib. Perlahan aku melangkah, menuju area wudu. Aku membasuh satu demi satu anggota tubuhku, terasa begitu menyejukkan di kulit. Setelah selesai kemudian aku berjalan masuk ke dalam masjid. Kosong. Tak ada seorang pun di sana. Aku mulai mengangkat kedua tangan setelah membaca niat sholat du