Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Penjelajah Benak

Penjelajah Benak

“Karena tidak ada mahluk lain yang hidup, tumbuhan tumbuh semakin banyak dan memenuhi seluruh permukaan dunia. Ada yang besar. Ada yang kecil. Ada yang menggantung dan ada pula yang merambat.” Hamparan tanah di diorama dunia itu kini dipenuhi dengan tumbuhan dengan berbagai jenis dan bentuk. “Lalu, pada suatu hari yang panas, terjadi sesuatu di udara.” Suara Ratu Samirana terdengar penuh nada rahasia. “Di atas pohon tertinggi di dunia itu, muncul sebuah kilatan dan percikan yang tidak pernah terlihat sebelumnya. Ia seperti kilauan bintang namun berwarna merah terang dan semakin lama semakin besar dan benderang. Kilatan merah itu lalu hinggap di pucuk pohon tersebut dan sedikit demi sedikit m
105.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 162 kali sebagai dunia tidak selebar daun kelor
Baca
+Pustaka
Kembali ke  1980 Dari Nol Membangun Segalanya

Kembali ke 1980 Dari Nol Membangun Segalanya

“Di dekat jalur batu menuju punggung hutan juga ada. Waktu kecil aku pernah melihat daunnya menguning kemerahan saat musim gugur.” Leo menahan getaran kecil di dadanya. Itu ciri yang ia cari. Darman menatap curiga. “Kau tidak mungkin mau membuat kecap dari daun, kan?” “Bukan dari daun,” jawab Leo. “Dari sesuatu yang orang desa lihat tetapi tidak pernah dianggap berharga.” Darman tertawa tak percaya. “Pohon hutan tidak akan memberi gula hanya karena kau menatapnya, Leo.”
108.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 175 kali sebagai dunia tidak selebar daun kelor
Baca
+Pustaka
SUNAN ZUNUNGGA

SUNAN ZUNUNGGA

Penaklukan Dimensi Tredor Dimensi Tredor. Sebuah tempat yang berbeda dari dimensi lainnya. Para kurcaci dan liliput dengan ukuran tubuh mini mendiami hampir seluruh hutan yang tersebar luas di berbagai sudut dimensi. Mereka membangun koloni di dalam tanah, dengan menjadikan pohon-pohon besar sebagai gerbang masuknya. Ada yang berbeda dengan dimensi ini, baik rerumputan dan bunga-bunga liar, terlebih pohon-pohon yang tumbuh di sepanjang wilayah, memiliki ukuran yang super dari tanaman kebanyakan di dimensi lainnya.
104.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai dunia tidak selebar daun kelor
Baca
+Pustaka
The Curse of Esmelth

The Curse of Esmelth

terang Rong Ying, Kharel kini mengangguk mengerti. "Odette, aku membutuhkan setidaknya lima puluh kilogram daun dan ranting malaleuca leucadendra. Aku akan membuatnya di rumahku agar lebih mudah, karena aku tidak mungkin membuatnya di sini." "Kharel!" panggil Lucien, Kharel mengangguk mengerti. "Nona, kau bisa membuatnya di dalam dimensiku. Aku dapat mengatur waktu dimensiku dengan dunia ini, satu hari di dalam dimensiku sama dengan satu jam di dunia ini," terang Kharel, Rong Ying mengangguk mengerti.
1011.0K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 253 kali sebagai dunia tidak selebar daun kelor
Baca
+Pustaka
Pesugihan Kandang Bubrah

Pesugihan Kandang Bubrah

Ia mengambil selembar daun lontar dari rak kayu dan mencoretkan sesuatu dengan ujung arang. “Anak kalian... sedang digandeng. Bukan oleh satu. Tapi oleh banyak. Mereka tidak menyerang. Mereka mengajak.” Lila menegang. “Mengajak ke mana?” “Ke sisi lain. Tempat di mana anak-anak yang tidak selesai berkumpul. Dunia yang hanya bisa dijangkau lewat mimpi... atau lewat celah di antara dua dinding.” “Celah itu ada di rumah kami?”
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 91 kali sebagai dunia tidak selebar daun kelor
Baca
+Pustaka
Pendekar Kera Sakti

Pendekar Kera Sakti

Jika bukan orang berilmu tinggi, hal itu sangat tidak mungkin bisa dilakukan. Pelepah daun kelapa itu bergerak dengan cepat. Baju jubah sutera warna biru transparan itu berkelebat-kelebat menyingkap bagai selembar bendera indah, atau bagai sayap kupu-kupu cantik. Hal itu sangat mengagumkan bagi orang yang melihatnya. Apalagi pelepah daun kelapa itu membawa sosok perempuan cantik yang wajah dan potongan tubuhnya menggiurkan setiap lelaki.
1028.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 950 kali sebagai dunia tidak selebar daun kelor
Baca
+Pustaka
 RITUAL GUNUNG KEMUKUS

RITUAL GUNUNG KEMUKUS

jelas Saimah sambil membantu Kesi meletakkan ember di tanah. Kiai tersenyum lega lalu meminta tiga santri untuk memetik daun kelor dengan galah. Kebetulan di area tersebut terdapat beberapa pohon kelor. Tak berapa lama, beberapa ranting telah berjatuhan ke tanah. Ustaz Hamid ikut membantu memisahkan daun dari ranting. "Maaf, Kiai. Ini dimasukkan ke air?" tanya Ustaz Hamid yang telah menggenggam daun kelor.
1019.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 557 kali sebagai dunia tidak selebar daun kelor
Baca
+Pustaka
Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang

Terlahir Kembali: Balas Dendam Putri Yang Terbuang

Ada tanaman beracun dengan ujung ungu mengilat, ada juga tanaman obat yang hanya tumbuh di tempat ekstrem. Elena tersenyum kecil. “Kalau kubawa keluar, ini bisa kujual mahal,” gumamnya ringan. “Semakin banyak uang, semakin cepat aku bisa meninggalkan kediaman Adipati Dirgantara.” Ia mengulurkan tangan untuk memetik satu daun berwarna perak, ketika tiba-tiba bulu kuduknya berdiri. Ada yang mengawasinya.
9.8113.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai dunia tidak selebar daun kelor
Tampilkan Ulasan (37)
Baca
+Pustaka
Ummu
Ceritanya benar-benar keren. Author menyelesaikannya dengan baik dan membuat pembaca puas. Makasih Thor. Ditunggu karya selanjutnya. Sebenarnya gak rela Elena tamat. Pengen kalau Elena sudah punya keturunan heheheh
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
Satu Malam dengan Raja Naga

Satu Malam dengan Raja Naga

“Cinta, pengakuan, air mata… kalian semua terlalu sibuk menyentuh luka, lupa bahwa dunia tidak pernah menunggu yang lemah.” Kilatan petir berwarna gelap menyambar langit. Cahaya itu bukan biru, bukan emas— melainkan ungu pekat seperti darah yang terlalu lama mengalir tanpa udara. Kaelira langsung mundur setengah langkah, wajahnya tegang.
101.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai dunia tidak selebar daun kelor
Baca
+Pustaka
Orenda : Terlahir Kembali Menjadi Antagonis

Orenda : Terlahir Kembali Menjadi Antagonis

“Ternyata di dunia ini ruangan olahraga tidak diciptakan.” “Di dunia ini kami tidak mempelajari olahraga, melainkan cara menggunakan pedang, panah, berkuda, dan hal yang lain. Aku rasa itu sama-sama olahraga seperti yang kau lakukan di duniamu,” ucap Zoey. Chlora berhenti berjalan saat tiba di halaman sekolah. “Aku rasa di sini tidak ada upacara bendera. Jika ada maka tidak mungkin halamannya penuh seperti ini.”
109.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai dunia tidak selebar daun kelor
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234567
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status