PEMBALASAN DEWA MAUT
“Oh, benarkah? Lalu mengapa kau membantai semua sesepuh itu? Bukan karena kau baik hati, bukan? Kau menikmati setiap detiknya. Aku bisa merasakannya. Rasa puas saat pedangmu menebas leher Ki Argasura, senyum kecilmu saat kau lihat Ki Jumantaka menjadi abu. Kita sama, Dipasena. Bedanya, aku jujur pada diri sendiri.”
"Aku melakukannya untuk balas dendam."
“Dan sekarang dendammu sudah terbalas. Lalu apa? Kosong, bukan? Hampa. Tidak ada tujuan.” Bisikan itu berubah menjadi rayuan yang berbahaya. “Aku bisa memberimu tujuan baru. Kita bisa menghancurkan segalanya. Bukan karena benci. Bukan karena dendam. Tetapi karena… kita bisa. Karena itu adalah ekspresi kekuatan tertinggi. Menciptakan itu membo
Hot Chapters