KELAMBU MERAH JAMBU
jelasnya dengan kaca-kaca bening menggenangi mata elangnya, "Aku minta maaf banget ya, Sayang? Semua kulakukan demi kebaikan bersama. Terpaksa, demi Allah. Aku menikahi Ar karena terpaksa. Begitu juga dengan saat menulis surat untuk Sayang, aku terpaksa melakukannya."
Di bola mata Galih yang terlihat nggak sanggup lagi menampung tangis, aku kembali melihat foto-foto pengantin mereka yang bertebaran di jejaring sosial. Oh, yeaahhh, ternyata mataku tak lagi ahli membedakan mana yang foto asli dan mana yang hasil editan. Juga tak lagi ahli merasakan, betapa foto-foto itu terlihat aneh karena mereka dalam keadaan terpaksa. Oh, betapa rasa cemburu telah merenggut kepekaan emosi dan sosialku seca
Sikat na Kabanata