Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tanah Makamku masih Basah, Mas

Tanah Makamku masih Basah, Mas

Di sisi lain, Affan dan perwakilan pengurus Yayaysan SMU Jingga berdiri bersebalahan. Alif memulai pengumuman besar yang akan disampaikannya. "Assalamualaikum warahmatullahi wabaarakaatuh." Semua menjawab serentak. Selesai membuka, Alif pun bicara ke inti masalah, "Kebenaran Islam itu seperti matahari di siang bolong, tidak akan tampak bagi mereka yang enggan membuka mata.
1025.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 660 kali sebagai embun pagi islami
Baca
+Pustaka
Kado untuk Ibu Mertua

Kado untuk Ibu Mertua

Dia begitu memanjakanku dalam setiap langkah menuju langit berhiaskan bintang-bintang. *** Dinginnya udara pagi hari membangunkanku dari tidur lelap dalam dekapan suami tercinta. Azan Subuh yang bersahutan sebagai pertanda panggilan dari Sang Maha Pencipta agar para umat manusia segera bersujud kepada-Nya. Kami bergegas mandi dan berwudhu untuk menjalankan kewajiban sebagai seorang muslim dan muslimah.
1012.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 348 kali sebagai embun pagi islami
Baca
+Pustaka
KUNTILANAK MERAH

KUNTILANAK MERAH

Bab 7: Pengajian Sesat dan Speaker Gaib yang Berdakwah ke Neraka --- Hari Minggu pagi biasanya menjadi momen tenang di Kalibungkus. Orang-orang masih malas bangun, ayam berkokok pun seolah melakukannya setengah hati. Tapi pagi itu, gang kecil di belakang Masjid Jami’ Baitul Khusyu dipenuhi oleh satu suara:
955 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai embun pagi islami
Baca
+Pustaka
MADU YANG BERACUN

MADU YANG BERACUN

Pertemuannya kemarin dengan Vito dan Helena, seolah mulai melepaskan satu-persatu tali-tali yang selama ini melilit tubuhnya. Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, Embun turun ke lantai bawah. Lelah itu masih menempel, tetapi rasanya sedikit lebih ringan. “Pagi, Nya,” Sama Bi Mar dan Tuti. “Pagi, Bi.” Embun menarik kursi langsung duduk. Dia melihat menu sarapan pagi dan mengucapkan terima kasih pada keduanya. Setelahnya dia membubuhkan makanan ke dalam piring.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai embun pagi islami
Baca
+Pustaka
SYUKURAN PERNIKAHAN SUAMIKU

SYUKURAN PERNIKAHAN SUAMIKU

Pov Bela Pagi ini aku bangun setelah mendengar adzan Subuh berkumandang. Bergegas ke kamar mandi mengambil air wudhu. Untuk menunaikan kewajiban ku sebagai umat muslim. Setiap air yang mengalir dalam basuhan ku mampu menghilangkan sedikit kekhawatiran dalam hati. Ah, aku akan kembali sibuk seperti biasa. Mencari uang dan uang. Kali ini aku harus berdiri tegak, menatap dunia dengan gelar janda yang belum lama aku terima.
1049.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai embun pagi islami
Baca
+Pustaka
DILAMAR MALAIKAT MAUT

DILAMAR MALAIKAT MAUT

Badanku sedikit pegal dan perutku terasa kenyang. Rumah ini terasa begitu hening, tidak ada televisi untuk sekedar menghibur. Yang ada hanya sebuah radio butut yang dinyalakan setiap pagi untuk mendengarkan siaran Assafii’yah. Umi sangat senang siaran itu, disana banyak ceramah-ceramah islami yang dapat menambah ilmu agama. Atau biasanya, Umi menghabiskan waktu senggang dengan membaca al-Qur’an sambil menyiapkan materi untuk mengajar ibu-ibu di Al-Irsyad.
103.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai embun pagi islami
Baca
+Pustaka
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

Dalam pelukan kaki Umi, aku pun meminum air itu, umi memberiku beberapa kurma, dia terus mengelus-elus jilbabku dan punggungku, alhamdulillah nyaman. "Sudah lepas Faiz, susuk yang Tari gunakan." "Iya Abah." "Neng Tari, mulai hari ini susuknya telah lepas dari tubuhmu, jangan takut tidak terlihat cantik Neng, Islam itu indah dan memberikan kebaikan untuk wanita. Cukuplah baju gamis yang indah dan air wudu, itu akan memancarkan kecantikan alami dari setiap Muslimah yang menjalaninya dengan ikhlas."
1010.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 211 kali sebagai embun pagi islami
Baca
+Pustaka
Dia Ibumu Bukan Pembantumu

Dia Ibumu Bukan Pembantumu

Kuambil ponsel untuk melihat pukul berapa dan kurasakan suasananya hening, tidak ada bunyi atau orang berkeliaran di sekitar rumah. Di tempatku, ketika akan memasuki waktu subuh atau magrib, orang-orang sibuk menyiapkan diri menuju masjid. Beberapa di antara mereka sering sekali mengetuk pintu rumah, mengajak ibu ke masjid dan aku mengetahuinya. Jadi, tidak heran rasanya bila ada yang terasa berbeda.
104.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 133 kali sebagai embun pagi islami
Baca
+Pustaka
The Fallen Servants of Allah

The Fallen Servants of Allah

Hana. "Malam, Bu," kata Wilson. "Malam juga," kata Mrs. Hana. Wilson segera pergi ke kamarnya. Saat suara adzan shubuh telah berkumandang, Wilson segera mempersiapkan diri untuk berangkat ke mesjid. Senandung ini ditemani nuansa pagi hari yang sejuk suhunya dan menenangkan. Saat Wilson telah tiba di mesjid, ia segera mengambil air wudhu. Kini dia hanya tinggal menunggu waktu iqamah tiba. Beberapa menit kemudian iqamah pun dikumandangkan. Syeikh Alim dipersilakan untuk maju ke depan agar bisa menjadi imam shalat.
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 124 kali sebagai embun pagi islami
Baca
+Pustaka
Suamiku Adalah Pewaris Yang Tak DiAnggap

Suamiku Adalah Pewaris Yang Tak DiAnggap

“Cepat pergi!” “Iya,” Bram akhirnya bangkit dari tempatnya berbaring menuju kamar mandi dan mulai memberishakn peluh di tubuhnya sebelum memulai ibadah hari ini. Enin yang melihat cucunya akhirnya menjalankan sholat akhirnya tersenyum lebar. Dia tau ujian hidup cucunya ini masih banyak hingga dia harus mulai taat beribadah atau hidupnya akan kembali hancur.
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 101 kali sebagai embun pagi islami
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status