Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
TAKHTA BAYANGAN

TAKHTA BAYANGAN

"𝘼𝙥𝙖 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙪 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣𝙠𝙖𝙣 𝙨𝙚𝙠𝙖𝙧𝙖𝙣𝙜, 𝙀𝙡𝙚𝙣𝙖?" "𝙄𝙣𝙛𝙤𝙧𝙢𝙖𝙨𝙞," jawab Elena tanpa basa-basi. "𝙆𝙖𝙢𝙞 𝙨𝙚𝙙𝙖𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙪𝙧𝙪 𝙤𝙧𝙜𝙖𝙣𝙞𝙨𝙖𝙨𝙞 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙠𝙖𝙪 𝙩𝙞𝙣𝙜𝙜� �𝙡𝙠𝙖𝙣."
101.8K viewsCompletedAdded to Library 43 Times as ena ena
Read
+Library
Me

Me

Balas Nana. Setelah memilih beberapa minuman, Lea dan Nana menuju kelorong dimana Veronica mencari mie favoritnya. Veronica terlihat fokus dan bingung ingin membeli mie yang mana. “ Hi Nana.” Sapa veronica. “ Oh, Hi.” Balas Nana. “ Kelihatannya kamu bingung memilih mie yang ingin kamu beli Veronica” sahut Lea. “ Bagaimana jika kamu membeli keduanya?” balas Nana.
2.8K viewsOngoingAdded to Library 106 Times as ena ena
Read
+Library
Raina

Raina

Lantas menghadap ke arah Ghina lagi. “Serius nih?” “Yaelah, lo kayak bukan Raina deh kalo penakut gini.” Ghina mencibir. “Ya udah, nih gue samperin.” Aku menarik napas dalam, sebelum melangkah untuk menemui Tante Venna. “Selamat datang, Tante.” Aku tersenyum ramah seraya mencium punggung tangannya. “Apa kabar, Rain?” tanya Tante Venna halus.
1010.0K viewsOngoingAdded to Library 378 Times as ena ena
Read
+Library
MANT(en)AN

MANT(en)AN

Senyumannya miring. “Tapi? Kenapa?” “Tapi, dia senior gue, Jay. Kira-kira ... bisa nggak, ya, gue dapetin dia?” Ada sebuah keraguan yang menyelimuti benak Tio. “Lo, kok, ragu gitu? Ya, kalau lo berjuang, pasti bisa.” “....” Tio tak merespons lagi.
103.2K viewsOn holdAdded to Library 97 Times as ena ena
Read
+Library
Selena

Selena

Pemuda dengan tangan yang masih bersedekap itu melihat ke arah Selena yang tersenyum simpul sebagai reaksi pertanyaan Teon. “Aku Selena.” Netra Teon membulat sempurna. “Itu nama yang cantik. Sama seperti orangnya.” Selena terkekeh. “Terima kasih, Teon. Kau pintar berbicara manis.” “Itu karena kau cantik. Bukan hanya parasnya, tapi hatimu juga. Aku yakin, banyak pria dewasa yang jatuh cinta padamu. Benarkan?” “Tapi aku hanya memiliki dua pria untuk dicintai.”
4.1K viewsOngoingAdded to Library 89 Times as ena ena
Read
+Library
Anara

Anara

Dan menjadi neraka yang panas membakar disaat siang. Nama gadis itu Anara, Anara Carwen Sarendra. Putri tunggal Brama Sarendra, salah satu dari sepuluh orang paling berpengaruh di dunia. Kekayaannya tak dapat di hitung, belum lagi aset dan yayasan-yayasan yang di kelolanya. Membuat seorang Brama dan keluarganya, menjadi incaran para pencari berita.
9.93.0K viewsOngoingAdded to Library 65 Times as ena ena
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchedaneprend
Tumben-tumbenan sahabatku itu menelpon, biasanya aku yang bawel menghubunginya. “Halo… tumben banget, Ni. Kenapa? Kangen ya?” tanyaku meledek. “Dih, ge-er. Aku ada cerita.” “Cerita apa nih?” “Aku semalam mimpiin seseorang. Kayaknya dia jodoh kamu deh, Fit.” ujar Efni mengagetkanku. “Hah? Jodoh aku? Gimana-gimana? Coba ceritain yang jelas dong.”
104.0K viewsOngoingAdded to Library 107 Times as ena ena
Read
+Library
RANIA

RANIA

Hoekkk Hoekk Hoekkk Huh huh rania memijat keningnya yang terasa pusing, tubuhnya juga lemas. Rania memandang dirinya dicermin, satu kata yang bisa menggambarkan dirinya saat ini Pucar macem zombi. Rania menghela nafasnya pelan, sudah seminggu belakangan ini rania selalu mengalami Morning Sicknes, jangan lupakan pola makannya yang berantakan. Dia mengghela nafas pelan, dia sadar ini semua adalah gejala dari kehamilannya. Tapi yang rania tak habis fikir adalah keinginannya untuk selalu berada didekat arya.
105.7K viewsOngoingAdded to Library 125 Times as ena ena
Read
+Library
ELLIA

ELLIA

jawab Erren dan Mirell. Ellia ternganga dengan debaran jantung yang kuat. Anehnya ia tak mampu berkata-kata lagi begitu mengetahui ketegasan Mrs. Vaeolin. Ia pun mematung. Pikirannya juga kosong. Sementara Erren dan Mirell kembali merias wajah Ellia. “Tidak tidak jangan terlalu tebal. Dia sudah cantik dengan riasan yang tipis,” kata Erren.
4.2K viewsOngoingAdded to Library 149 Times as ena ena
Read
+Library
ANATASYA

ANATASYA

Ana merasa tidak enak jika mengungkapkan. "Apa sih, Na?" Rendra menaikan sebelah alisnya. Bahasa Ana terlalu ambigu buat Rendra pahami. "Gue mau nyari pembalut." ucap Ana dengan nada sepekan mungkin. "Hah? Lo bilang apa? Gue gak denger." Rendra memperdekat jaraknya dengan Ana. "Enggak jadi! Udah ah ayo pulang." Ana berjalan terlebih dahulu, meninggalkan Rendra di belakang sana, dengan tatapan bingung.
2.4K viewsOngoingAdded to Library 81 Times as ena ena
Read
+Library
PREV
12345
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status