Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Till The End Of The World

Till The End Of The World

Kenapa ia mengiriminya kalimat singkat dan ditambahi emot macam-macam. 'Lihat keluar jendela sekarang'. Itu kalimat yang tertera di layar ponselnya. Sunmi tidak ingin melewatkan satupun permintaan Myungsuk. Apalagi ini malam tahun baru. Adalah hal ambigu saat sang kekasih menyuruhnya untuk melangkah ke jendela yang terbuka. Ia tidak punya janji apapun dengan Myungsuk. Percakapan terakhir mereka adalah tadi pagi. Dan itu terjadi lewat sosial media.
3.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai end of day
Baca
+Pustaka
Di Penghujung Waktu

Di Penghujung Waktu

Melenyapkan dan mengakhiri semua masalah ini. Semua masalah yang ada. Masalah yang telah membuatnya rumit. - - - Dengan kehendak Allah, malam sudah berganti menjadi pagi. Mentari pagi mulai menyinari semua isi alam dunia. Kehidupan mulai kembali berjalan seperti hari-hari biasanya, atau pun memiliki perbedaan dan kejutan pastinya. ... Keluarga abi Karim sedang melaksanakan rutinitas pagi, sarapan bersama dengan keheningan seperti biasanya.
4.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai end of day
Baca
+Pustaka
The endlessly

The endlessly

Melihat itu tangan Kenzo terasa gatal ingin mencubit bibir Mirai yang bergerak-gerak mengejeknya. "Aku akan segera kembali." Kenzo mengambil ponsel Mirai dan memasukan nomor telepon miliknya. " Saat kau memerlukan sesuatu cukup hubungi aku." Kemudian dia mengembalikan ponsel nya. Kenzo mengusap pucuk kepala Mirai sebelum meninggalkannya untuk mengantar bibi Pan . . . . . Sementara itu di perusahaan Scarlate Bizz, Alex sibuk melakukan percakapan dengan ho-seok melalui panggilan telphone.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai end of day
Baca
+Pustaka
Dia

Dia

Entah memang mungkin ini hari sial atau apa, dari tadi Lea menunggu namun tidak ada satupun taksi yang lewat mau berhenti ketika dia melambaikan tangan. Layanan online? Jangan di tanya. Andai saja bisa, Lea pasti sekarang sudah berada di dalam kendaraan yang dia pesan. Sekali lagi, ini memang mungkin hari sialnya. Kuota intetnetnya dari jam dua belas tadi sudah habis dan belum sempat Lea membeli pulsa untuk isi ulang. Tiba-tiba ada seorang pengendara motor yang berhenti di depan ruko samping Lea berdiri. Lamat-lamat Lea perhatikan saat pengendara itu membuka helm.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 65 kali sebagai end of day
Baca
+Pustaka
Thirty Days

Thirty Days

Nohan melenyapkan mereka tanpa harus menunggu sampai tiga puluh hari. Bersambung. *** Akhirnya satu chapter lagi cerita ini akan tamat, makasih banyak yang udah baca ceritaku. Makasih juga udah ngevote, seneng banget rasanya. Allhamdulillah aku bisa menyelesaikan cerita ini tanpa hambatan apapun, semoga bisa selesai dengan sempurna Aamiin.
2.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai end of day
Baca
+Pustaka
Pulang

Pulang

Desa Ranu Pani Matahari sudah mulai turun, petang akan segera menyapa dengan cahaya keemasan mewarnai cakrawala senja. Ketiga yatim piatu tampak sedang saling membantu mengerjakan pekerjaan rumah. Sang kakak tertua masih setia di kebun kecil yang mereka miliki, beberapa baris tanaman sayuran hijau yang di taman sang ibu beberapa bulan yang lalu sudah bisa dipanen.
103.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 121 kali sebagai end of day
Baca
+Pustaka
Di ujung penantian

Di ujung penantian

"Ya udah deh, aku pamit ya, aku harus balik kantor sekarang, jam istirahat udah abis, senang ketemu kalian." "Main aja kesini kalau kamu ada waktu,Ti. Tapi hari jumat kita tutup." Ucap Erlangga. "Inshaallah kapan-kapan aku main sama temen-temen, Assalamualaikum." "Waalaikumsalam." Sahut Erlangga.
1010.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 399 kali sebagai end of day
Baca
+Pustaka
Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku

Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku

Jam dinding menunjukkan pukul lima sore, tanda berakhirnya hari kerja. Saat melangkah keluar dari perusahaan, Lyra meregangkan tubuhnya pelan. Otot-ototnya terasa pegal, tetapi hatinya justru terasa ringan. Ia mendongak menatap langit yang perlahan berubah warna, dari biru terang menjadi semburat jingga keabu-abuan.
1051.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai end of day
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status