Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
DIA

DIA

Kata-kata sang bunda memecah lamunan Adyatama. “Iya, masih sekitar satu jam lagi kita sampai jika tidak macet. Karena sekarang hari minggu juga.” “Bunda, telepon Uncle Eric. Beritahu jika kita sudah hampir sampai ya?” pinta Adyatama dengan antusias.
109.2K viewsCompletedAdded to Library 295 Times as end of day
Read
+Library
DIPTA

DIPTA

Tidak dijelaskan untuk apa dan tidak disebutkan alasannya, yang jelas satu hal, hari ini ada sesuatu yang tidak ingin dia ulang. • Sore di Rajendra Engineering akhirnya mulai melambat. Satu persatu karyawan sudah pulang. Lampu ruangan mulai diredupkan, hari kerja yang tidak terlalu padat itu akhirnya benar-benar mendekati selesai.
10912 viewsOngoingAdded to Library 25 Times as end of day
Read
+Library
Mengejar Sekretaris Kaya

Mengejar Sekretaris Kaya

Cindy tidak mau pergi, "Antar aku kembali ke hotel saja." Yogi berkata, "Hari ini tanggal 31." Tanggal tiga puluh satu? Bukan hari libur? Cindy semakin tidak mengerti, "Terus kenapa?" Yogi melihat Cindy benar-benar menjadi bodoh dan tidak bisa berpikir jernih, "Besok tanggal 1 Januari, malam ini malam tahun baru." Oh ... hari ini adalah hari terakhir tahun ini. Cindy tidak terlalu tertarik, "Oh ya?"
9.9161.4K viewsCompletedAdded to Library 3.7K Times as end of day
Show Reviews (96)
Read
+Library
Fiza Khoiryah
Nemu aplikasi ini dari iklan, langsung klik dan kecanduan. Aku cuma baca novel ini. Sekarang aku gelisah karena penasaran setiap bab-nya...sebagus ini dong kisahnya. Kalau boleh minta tolong Thor, minimal post 3 bab sehari bisa nggak? Aku bener2 frustrasi karena suka banget sama Cindy dan Yogi 🥹🥹🥹
septianayemima
Sebenarnya jln cerita sangat menarik & tdk tertebak. Tokoh2 yg ditampilkan jg memiliki karakter yg kuat. Tp, menurut saya akhir ceritanya sangat dipaksakan dan menyisakan pertanyaan2 lain yg belum terjawab, sehingga endingnya antiklimaks. Saya berharap ada versi lain cerita ini yg akan dikembangkan.
Read All Reviews
Kehidupan Setelah Perpisahan

Kehidupan Setelah Perpisahan

Doa Endang dalam hati. * * Malam itu kantor sudah hampir sepi. Lampu-lampu di beberapa ruangan mulai dipadamkan, menyisakan cahaya redup dari lampu koridor yang menyoroti meja kerja Dinda. Di layar komputer, dokumen-dokumen terakhirnya hampir rampung. Dinda menghela napas panjang, menatap jarum jam dinding yang sudah melewati pukul sepuluh malam. Ini adalah malam terakhirnya bekerja di kantor desain itu, dan ia ingin meninggalkan semua pekerjaan dalam keadaan rapi.
1013.5K viewsCompletedAdded to Library 336 Times as end of day
Read
+Library
DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

DI PEMBERHENTIAN TERAKHIR

31 DIA ADALAH AYAH TERBAIK Aku menuju kamarku dan mengambil buku tabungan dan ATM-nya, lalu kembali ke bawah. “Ini. Ini semua uang yang sudah Om kirimkan kepadanya untuk memenuhi kebutuhanku. Jumlahnya masih sama, tidak ada yang berkurang sedikit pun.” Aku menyerahkan buku tabungan dan ATM itu pada om Hendro.
8.1K viewsCompletedAdded to Library 161 Times as end of day
Read
+Library
Jika Waktu Berakhir

Jika Waktu Berakhir

“Becanda. Becandaaa!” Sore itu tak ada yang aneh pada awalnya. Semuanya seperti hari-hari sebelumnya. Faiz tak tahu kalau sebenarnya itu hari terakhir dimana ayahnya tinggal bersamanya. Ketiga sahabat itu masih di rumah Faiz sampai senja. Mereka masih dengan nikmat membakar kedelai yang mereka dapatkan di sawah sebelum pulang ke rumah masing-masing.
105.4K viewsOngoingAdded to Library 162 Times as end of day
Read
+Library
Penungguan Berakhir Pahit

Penungguan Berakhir Pahit

Di dalam kotak kedua, ada tiga kartu ATM. Cindy menjelaskan, "Password ketiga kartu ATM ini adalah tanggal lahirmu. Kartu pertama ini adalah kartu gaji Evan. Mulai sekarang, masalah ekonomi Evan diserahkan padamu untuk dikelola."
14.4K viewsCompletedAdded to Library 388 Times as end of day
Read
+Library
1095 Days!

1095 Days!

Malam ini sudah pukul 23.30 WIB. Dirga telah pulang dari kantornya. Ia berjalan menuju kamar dan segera membersihkan tubuhnya agar terasa lebih fresh. Berbeda dengan Naira dan Alisya, mereka belum juga tertidur. Tetapi sedang bertengkar karena Alisya yang tidak terima karena dituduh seperti ikan buntal oleh Naira. “Nyebelin lo!” teriak Alisya dengan melemparkan bantal ke wajah Naira.
105.9K viewsCompletedAdded to Library 147 Times as end of day
Read
+Library
PREV
1
...
345678
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status