Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
MENANTI KEPASTIAN

MENANTI KEPASTIAN

Yang paling Dini suka yaitu menghafal cepat rumus enam belas tenses. Ada dua cara, yaitu bisa dengan nyanyian "I do" dan bisa dengan hafalan manual. Kuncinya hanya perlu menghafal beberapa kata ini. Verb 1 (kata kerja satu): simpel present Verb 2 (kata kerja dua): past Will : future Would : past future Have : present perpect Had : past perfect (Am, is, are/ tobe present + Verb ing) : present continuos (Was, were/ tobe past + Verb ing) : past continuos
104.6K viewsCompletedAdded to Library 182 Times as ensues
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchedaneprend
kata Mas Wira membuatku menatapnya dengan tatapan nahan gondok. Aku berjalan di belakang Hafiz. Ia memperlambat langkahnya hingga kami beriringan. Sepanjang jalan kami diam dan tenggelam dalam pikiran masing-masing. “Bentar.” Hafiz menahanku yang hendak menyebrang. “Ayo.” Hafiz menarik tanganku, sedangkan tangan kanannya di arahkan ke kendaraan agar berhenti dan membiarkan kami menyebrang. “Mas saya pesan vanilla latte, ya.” pesan Hafiz. “Kamu mau apa?”
103.9K viewsOngoingAdded to Library 98 Times as ensues
Read
+Library
BEHIND

BEHIND

Ia berada dalam pengaruh si iblis. Tanpa malu, Jean palsu itu menarik tengkuk Jonathan dan menciumnya kasar. Di depan mata kepala, mereka bercumbu. Awalnya, aku memang terpaku karena gerakan ciuman mereka yang seakan-akan tengah kehausan di sebuah gurun. Juga, akibat aroma gairah atau darah yang terhidu dengan nikmat.
107.0K viewsCompletedAdded to Library 260 Times as ensues
Read
+Library
Choice

Choice

“Lain kali kalau ngidam yang rada berkelas sedikit.” “Aku yang ngidam kamu yang protes. Kalau aku sampai ngidam yang aneh-aneh baru tahu rasa kamu.” Intan segera membuka bungkusan kresek dan mengambil satu buah cakwe. “Enaknya kebangetan.” Reihan hanya memberikan tatapan malasnya kemudian meninggalkan mereka. “Maya, mau?” Intan menyodorkan bungkusan cakwenya.
102.0K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as ensues
Read
+Library
SPERANZA

SPERANZA

tanya Speranza. Caiden mengepalkan tangannya dengan kuat. Dia melepaskan cengkramannya dari dagu Speranza. "TIDAK AKAN PERNAH!!" bentak Caiden membuat Speranza memejamkan matanya. Speranza berdiri menghadap Caiden. "Kalau begitu bersiaplah menerima perubahan karena dunia penuh dengan perubahan," kata Speranza dan berjalan menuju kamarnya.
102.7K viewsOngoingAdded to Library 103 Times as ensues
Read
+Library
Renjana

Renjana

semua kata-kata itu berseliweran di otakku, kini aku mulai pening, ku pegang pelipisku dengan tangan kanan, aku mulai tertunduk berusaha menahan. Sang analis mulai menempelkan alat pada telunjukku, dan cetek! Aku masih menutup mata, dan menahan kepalaku untuk tidak melihat luka di telunjukku. "Tuh, kan dek, darahmu gak mau keluar, tarik napas, tenang, rileks," sang analis mengusap kembali telunjukku dengan kapas alkohol. Kini dia mengusap jari tengahku, oh tidak!
103.2K viewsOngoingAdded to Library 67 Times as ensues
Read
+Library
Unexpected

Unexpected

CCTV yang terpasang di area kerja Helena dan ruangannya, ia pantau sendiri. Secara refleks Helena merapatkan pahanya karena ucapan frontal Felix. Bukan hanya pupil matanya yang membesar karena ucapan frontal tersebut, melainkan ia sangat yakin bahwa pipinya pun kini mulai merona. Tanpa sadar Helena malah mengarahkan tatapannya pada letak pusat gairah Felix.
9.838.2K viewsCompletedAdded to Library 1.5K Times as ensues
Read
+Library
EUFORIA

EUFORIA

Tak segan-segan, kuremat bemper belakangnya hingga mengeluarkan suara aneh yang cukup erotis. -II-
1013.4K viewsCompletedAdded to Library 510 Times as ensues
Read
+Library
KURENSIA

KURENSIA

Mungkin itu yang dirasakan Bintang. Aira membuang nafasnya, dia menyimpan ponsel nya disebelahnya. “Kenapa?” Aira menggelengkan kepala. “Aku kapan pulang?” “Setelah infusan mu habis.” “Tapi masih lama, liat ini masih banyak. Infusan bisa diminum gak sih? Lama banget perasaan,” gerutu Aira “Cari dulu motivasi kamu bunuh diri.” cetus Agarish
102.5K viewsOngoingAdded to Library 99 Times as ensues
Read
+Library
Thousand Years

Thousand Years

”Apa itu? ”Bagaimana kau bisa masuk ke dunia ini? Kau bukan salah satu dari kami. Dan kau tidak selugu yang kukira. Kau tahu, aku bisa melihat apa yang terjadi di antara kalian. Semua terekam dalam matamu itu. Kau tidak bisa membohongi aku. Hmm, bagaimana rasanya melihat milik Kaisar? Apakah itu menyenangkan?” Goda Hara. ”Pftt..!” Heris menyemburkan teh yang ada di dalam mulutnya begitu mendengar perkataan Hara. Ia terkejut dan juga sedikit tergelitik.
104.8K viewsOn holdAdded to Library 152 Times as ensues
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status