REINKARNASI SANG PUTRA SURGAWI
Menatap kosong ke luar, sementara pikirannya masih terjebak pada rasa sakit yang tak sepenuhnya ia mengerti—dan kehilangan yang baru saja ia sadari.
Sementara itu, jauh dari hiruk-pikuk kota, di ruang mewah milik Elyon yang berkilau di bawah lampu cahaya kristal, Dea Lira berdiri dengan sikap anggun. Bibirnya melengkung membentuk senyum tipis—senyum kemenangan yang tenang. Berbanding terbalik dengan Elyon, yang berdiri beberapa langkah darinya, rahangnya mengeras, amarahnya tertahan namun jelas bergejolak.
“Ibu…” suara Elyon rendah namun bergetar.