Cinta Untuk Suami
tanyanya sambil menunjuk dirinya sendiri, masih dengan ekspresi yang sama.
"Iya kau," jawabku sedikit berbisik.
"Ada apa denganku?" dia mengerutkan dahinya.
"Siapa namamu, kita belum kenalan," ujarku sesopan dan selembut mungkin.
"Ooo itu," dia kemudian tersenyum, senyumnya itu senyum paling manis yang pernah aku lihat, terdengar lebay sih, tapi memang begitu kenyataannya. "Namaku Fani, ada huruf e di belakangnya, jadi Fanie, dan ada penekanan sedikit saat mengucapkannya di huruf terakhir, Faniii" dia menjelaskan secara rinci cara peenyebutan namanya. Padahal aku kan cuma namanya saja, tidak perlu sampai sebegitu rincinya.
Hot Chapters