Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Izinkan Suamimu Menikah Lagi

Izinkan Suamimu Menikah Lagi

tanya Farah. "Mas Fathan alhamdulillah baik. Tapi…." Lidah Nabila kelu ingin menceritakan yang sebenarnya. "Kenapa dengan Fathan? Kamu disakitinya?" cecar Farah penasaran. "Fathan sudah menikah lagi dengan perempuan yang dipilihkan ibu mertuaku, Rah! Namanya Nunik. " ujar Nabila, hembusan napas kasar terdengar kemudian. Ada kekecewaan, kemarahan dalam nada bicaranya.
1081.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.4K kali sebagai farah qoonita
Baca
+Pustaka
NYONYA MUDA, TUAN INGIN ANDA KEMBALI!

NYONYA MUDA, TUAN INGIN ANDA KEMBALI!

Wanita itu tersenyum ramah. "Selamat sore, Bu Puspita. Nama saya Farah, perawat khusus yang diutus oleh keluarga Ibu untuk merawat Anda di sini." Wanita itu mengenalkan dirinya setelah mengangguk hormat. Puspita mengerutkan kening. "Perawat khusus?" tanyanya dengan suara lemah. Farah mengangguk. "Benar, Bu. Saya dikirim karena Mbak Sari harus kembali ke tanah air untuk mengasuh Prily. Jadi, saya akan menemani Ibu selama masa pengobatan dan pemulihan di sini."
1066.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai farah qoonita
Baca
+Pustaka
Jebakan Istri Lugu

Jebakan Istri Lugu

Wanita itu meluruskan kakinya dan meregangkan tubuhnya. “Aku gak tahu kamu bisa se-enerjik itu, Sayang.” Fara tertawa. “Maaf kalau aku gak sesuai ekspektasi kamu, Mas.” “Kamu selalu lebih baik dari ekspektasiku,” puji Shakir sambil membelai rambut istrinya. “Kamu capek? Sini gantian aku yang gendong Attar,” pinta Fara. Shakir mulai melonggarkan hipseatnya dan mengoper pada Fara.
102.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai farah qoonita
Baca
+Pustaka
Dendam Qarin Ibu

Dendam Qarin Ibu

Janji yang sanggup menyeberangi alam kematian, lalu menggumpal di sudut-sudut kegelapan. Sesosok entitas gelap berdiri di pojok ruangan, menatap Kamelia dan anak-anaknya yang telah terbakar habis. Sosok itu hanya tahu, kalau dia punya urusan yang belum dia selesaikan, yaitu menunaikan dendam kesumat, qarin seorang ibu. *** "Laa ilaha Illa Allah. Laa Ilaha Illa Allah!" suara tahlil mengiringi pemakaman Kamelia dan ketiga anaknya.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 40 kali sebagai farah qoonita
Baca
+Pustaka
Pria Alfiyah

Pria Alfiyah

jawab Aini masih menunjukkan wajah kesal. "Ouh, aku sudah tau kok. Congrats ya, sebenarnya aku ingin menjadi kamu, merasakan kebahagiaan. Tapi mengapa kamu cemberut begini? ada masalah dengan Pria? siapa Pria itu? Maaf sebelumnya aku sok tahu, memang aku begini orang nya, hehe. Nama ku Raisya Andini, asal kota dari Bogor Jawa Barat, umur ku 16 tahun, dan sekarang kalau lulus ujian, Aku akan masuk SMA." jelas Raisya panjang lebar, memperkenalkan diri nya tanpa diminta Aini.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai farah qoonita
Baca
+Pustaka
May i Love you?

May i Love you?

Namun siapa sangka didalam ruangannya, ada orang lain yang menunggu kedatangannya. Disofa ruang kerjanya sudah ada Farah yang menunggunya dengan wajah binal. Farah memamerkan belahan dadanya pada Bastian. Farah terkenal suka menggoda Bastian, namun Bastian tak pernah menanggapinya. Bukannya tubuh Farah tak menarik, Farah memiliki tubuh yang sangat sexy dan payudara yang sangat besar, namun fikiran Bastian masih sehat dia bisa membedakan mana wanita baik – baik dan tidak.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 99 kali sebagai farah qoonita
Baca
+Pustaka
Nayla

Nayla

Reno menunjuk wanita bertubuh agak gemuk sebelah kiri. "Nama aku Fera," ucap Fera, walaupun agak sedikit gemuk Fera kelihatan lincah. "Yakin mau masuk ekskul ini?" tanya Reno. Fera mengangguk pasti. "Kasih alasan." "Aku mencintai keindahan Mahameru, Ka." Reno bertepuk tangan ringan. "Ok, silakan duduk. Lanjut sebelahnya."
9.420.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 441 kali sebagai farah qoonita
Baca
+Pustaka
Raina

Raina

“Ada telepon, gue angkat dulu.” Aku mengangguk, membiarkan Galih menerima telepon tanpa banyak bertanya. Mengedarkan pandangan ke segala arah, canda tawa menghiasai pesta ulang tahun Quinsha. Halaman belakang rumah Fahmi disulap menyerupai taman bermain, banyak wahana sederhana yang menarik perhatian anak kecil. “Rain?” panggilnya setelah menerima telepon.
109.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 196 kali sebagai farah qoonita
Baca
+Pustaka
AFZAL

AFZAL

ucap afzal "ucap noval "Oke siap bro"ucap farhan
2.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai farah qoonita
Baca
+Pustaka
Kiara

Kiara

“Tapi sejujurnya, saya suka bersama ibu saya dan dia mengepang rambut saya dan mengecat tangan dan kaki saya dengan pacar.” "Saya juga!" Disha memekik. Dia berbalik untuk memberi Poojah tatapan masam. "Lihat?!" Dia menjulurkan lidahnya, membangkitkan tawa dari Kiara. Beralih kembali ke Kiara, Disha membelai rambutnya. "Apakah ibumu secantik dirimu?" Saudaranya mengernyit dalam hati saat menyebut Adline. Dengan anggukan kecil, Kiara melawan air matanya. “Dia memiliki kulit dan rambut paling indah di seluruh India...” Suaranya sesaat menghilang karena emosinya. "Dia meninggal beberapa bulan yang lalu."
4.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 170 kali sebagai farah qoonita
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234569
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status