Salah Melamar
“Kamu suka sayap, Dijah?”
Aku mengangguk.
“Kata orang dulu, kalau suka sayap itu jodohnya akan jauh dari rumah. Ya mesti terbang dulu gitu,” ucapnya dengan penuh nada candaan.
“Eh, ternyata menantunya ibu, tetangga sendiri,” ucapnya yang kini membelai jilbabku.
Disini aku kembali berpikir, mungkinkah ammar sebenarnya bukan jodohku? Aku yang terlalu banyak memanjatkan doa atas namanya hingga ia tertikung olehku?
Bab Populer