PERSETAN!
“Wah, kalau yang itu aku kurang tahu, mas. Memang jika dipikir itu terlalu mudah. Kami hanya sedikit menggertaknya untuk membawa perkara ini ke wilayah hukum pidana, yaitu perkosaan, jika apa yang diceritakan Indri itu benar. Tetapi itu lemah sekali, karena tidak ada bukti visum, dan tidak ada saksi.”
“Hmm… jadi seperti apa perkawinan yang mereka inginkan?” tanya bapak lagi.
“Hal yang itu belum kami rumuskan. Malam ini aku ingin mendapat persetujuan Indri dulu, dan juga keinginan mas dan mbakyu,” jawab om Aryo.
Bapak degan cepat menyahut. “Jelas Indri harus mau!”
“Pak…” tegur ibu.
“Apa lagi? Ini satu-satunya jalan keluar!” tegas bapak.
Hot Chapters