Dendam yang Tak Terlupakan
Terdapat sebuah aplikasi kencan.
"Sejak kapan Hana main beginian?" tanya pelan Javier dengan dahi berkerut heran.
Dengan rasa penasaran yang bercampur dengan kecurigaan, ia membuka aplikasi tersebut dan langsung menuju ruang obrolan. Jantungnya berdegup kencang dan bersiap menemukan sosok pria asing yang mungkin membawa Hana pergi. Namun, setelah membaca beberapa baris pesan, bahunya merosot lemas. Hana tidak sedang mencari kekasih. Di sana, di antara percakapan singkat dengan orang-orang dari berbagai negara, terlihat jelas bahwa Hana hanya sedang berusaha belajar bahasa Inggris.