Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Bara Dendam Sang Prabu Boko

Bara Dendam Sang Prabu Boko

Ia tertarik pada kedamaian ajaran Buddhisme, pengendalian diri yang diajarkan oleh para Wiku, dan filosofi yang tidak memperturutkan nafsu dan amarah, melainkan berusaha mengolahnya menjadi kebijaksanaan. Dalam remang-remang senja yang melingkupi Poh Gading, sebuah pertukaran rahasia berlangsung, mengukir jalur baru dalam takdir seorang pangeran. Pangeran Talang Wisang yang seharusnya menjadi penerus militan Wangsa Sanjaya, pemegang Elemen Api yang dahsyat dan bersemangat untuk membalaskan dendam leluhurnya, kini diam-diam memeluk ajaran yang lebih lembut dari Wangsa Syailendra—ajaran yang ironisnya, diajarkan oleh seorang Wiku yang merupakan bagian dari "musuh bebuyutan" mereka, meski kini
102.1K viewsCompletedAdded to Library 72 Times as filosofi wayang bima
Read
+Library
Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

Menantu Terbuang Kini Hidup di Puncak Dunia

kata Tari sambil menyingsingkan lengan bajunya. “Kau saja yang pilihkan... pilihanmu adalah pilihanku karena aku telah memilihmu,” canda Bumi, mendekatinya. “Filosofis banget,” jawab Tari, tertawa kecil. “Apakah itu terdengar filosofis?” Bumi senang. “Maksudku, jawabanmu tak jelas. Filsafat itu kan… ya gitu,” Tari mengangkat bahu. “Nggak pernah jelas.”
1011.5K viewsCompletedAdded to Library 240 Times as filosofi wayang bima
Read
+Library
Peninggalan Sang Bima

Peninggalan Sang Bima

kata Raffi menunjukkan pengetahuannya yang baik tentang Al-Kahfi. “Benar. Dinding yang dimaksud adalah sekat antara dua ruangan atau tempat. Untuk mengetahui seluk beluk Sang Bima, semuanya harus ditarik dari lokasi Bima yang berada di Bagian Tengah Nusantara. Di sanalah pertemuan antara Timur Indonesia dengan Barat Indonesia berada. Selain Bali, sebagai Pulau Dewata, Bima adalah sebuah tempat yang diusung oleh Al Kahfi. Keberadaan dua tempat Bali dan Bima ini seperti pertemuan dua golongan dengan dua pemimpin yang berbeda. Jika mayoritas Bali menyembah dewa Siwa, maka Bima menyembah dewa Bima. Anda tentunya tahu, kalau Al Kahfi ini merupakan sebuah pertemuan antara dua tempat, bukan?” “Aha…
103.1K viewsOngoingAdded to Library 74 Times as filosofi wayang bima
Read
+Library
Yang Tak Kunjung Padam

Yang Tak Kunjung Padam

“Sekarang masih ada yang nonton wayang golek?” "Ada dong, Pak,” jawab Nawang antusias. “Biasanya di saung atau teater khusus wayang di Jawa Barat. Kadang juga di Museum Wayang Jakarta. Kalau sedang tidak bisa datang langsung, kami biasanya menonton lewat live streaming di YouTube, atau mencari jadwal pertunjukan di acara adat dan festival budaya.” Pak Bambang tersenyum lebar. Matanya berbinar.
1019.0K viewsOngoingAdded to Library 760 Times as filosofi wayang bima
Read
+Library
Dua Tuan Tampan

Dua Tuan Tampan

Ada emosi yang kompleks di matanya: keraguan, kesedihan, dan sedikit harapan. "Baiklah, Arjuna," kata Bima akhirnya, suaranya pelan. "Saya akan mempertimbangkan tawaran Anda. Tapi saya punya syarat." Arjuna mengangkat alis. "Apa syaratnya?" "Saya ingin kebebasan penuh dalam mendesain pusat seni itu," Bima berkata, nadanya tegas. "Tidak ada campur tangan dari pihak mana pun. Dan saya ingin ada bagian khusus di sana yang didedikasikan untuk Arya. Sebuah galeri kecil yang menampilkan karyanya, dan kisah hidupnya."
10959 viewsCompletedAdded to Library 37 Times as filosofi wayang bima
Read
+Library
Andromeda

Andromeda

Ini hanya candaan saja. "Jangan dong. Baginda raja yang terhormat dan mulia. Hambamu yang rendahan ini sangat memohon padamu. Datanglah dan bawahan kami rokok beserta nasi goreng ambang-ambang pinggir jalan yang lezat," kata Bima dengan nada suara rendah dan merayu. Bima ini memang yang paling bisa merayu orang lain. Otaknya lumayan waras jika kami tersandung masalah. Dia bisa berpikir jernih dan mencari solusi dengan cepat.
102.9K viewsOngoingAdded to Library 82 Times as filosofi wayang bima
Read
+Library
Salah Sebut Nama

Salah Sebut Nama

Ternyata pose keren yang ditanyakan tadi untuk diperlihatkan kepada Kanaya. Setelah Bima diperkirakan jauh masuk ke dalam rumah panti yang berlantai dua, Kanaya dan Risma tertawa puas. Perut mereka sampai terasa sakit karenanya. Bagi Kanaya, kelakuan Bima barusan itu sangat lucu dan imut. “Haha ….” Kanaya terbahak. “Harusnya pak Dewa itu baca buku filsafat cinta, bukan hukum.” Risma berkomentar di sela tawanya.
1042.3K viewsCompletedAdded to Library 1.4K Times as filosofi wayang bima
Read
+Library
King Of Universe

King Of Universe

Bima berubah wujud menjadi sosok Dewa Penguasa Jagat Raya, berwajah tiga, bertangan tujuh memegang sepasang pedang clone Yin Yang, Rantai penyegel dua warna, cakram api 6 warna, trisula Naga Azure, Tombak petir 4 warna, dan bunga Teratai lambang ketenangan jiwa raga. Tubuh Bima besarnya 3x ukuran Kong yang mencapai 400meter itu, tubuhnya di balut kain sutra berwarna emas dan di kelilingi 10 bola hitam elastis yang sangat kuat. Mata Bima menjadi tiga dengan warna yang berbeda-beda, mata kiri Bima berubah menjadi Rinne Sharingan berwarna kuning, mata kanan Bima juga Rinne Sharingan namun berwarna ungu, sedangkan di dahi Bima terdapat mata Rinne Sharingan 8 titik yang mampu menghancurkan tubuh
102.8K viewsOngoingAdded to Library 101 Times as filosofi wayang bima
Read
+Library
Amarta : Eternal Curse

Amarta : Eternal Curse

Bima pun merespon, lelaki itu kembali duduk di kursi sebelah Amarta. "Tempat seperti ini? Emm ... , memangnya menurut mu ini tempat seperti apa?" Bima tertawa kecil. Amarta menuangkan minuman beralkohol pada gelas milik Bima dan langsung meminumnya. "Tempat yang seperti ini ... , jelas ini tempat untuk bersenang-senang." Jelas Amarta. Amarta mendekati bima lalu berbisik tepat didekat telinganya, "Ini adalah surganya dunia."
104.3K viewsOngoingAdded to Library 165 Times as filosofi wayang bima
Read
+Library
JANDA CANTIK SANG CEO AROGAN

JANDA CANTIK SANG CEO AROGAN

“Oh begitu, ya...? Terus...?” “Ya, makanya kuda-kuda dari Bima menjadi pilihan utama bagi kerajaan-kerajaan di Jawa zaman dulu untuk dijadikan sebagai kuda-kuda perang mereka.” “Hm, percaya. Kuda-kuda Bima memang lincah dan kuat...!”puji Widyanti sembari tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya kepada Jasman. Kata-karta, senyuman, dan kedipan yang penuh isyarat yang menggoda.
1011.4K viewsCompletedAdded to Library 397 Times as filosofi wayang bima
Read
+Library
PREV
123
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status