HOPELESS ROMANTIC
“Maafin juga aku yang tolol ini, Bang. Aku nggak bermaksud buat nyakitin Abang. Aku memang bego, maaf ...”
Yusuf mencium puncak kepala Malik penuh rasa sayang. “Sekarang papa kita udah nggak ada. Hanya kita harapan Mama, ya kan? Kita harus menjaga mereka, menjaga apa yang diwariskan Papa buat kita, bukannya malah berperang terus nggak ada akhir, Papa juga pasti kecewa melihat kita dari atas sana. Ya kan, Malik?”
Malik mengangguk setuju. “Maaf karena aku belum dewasa juga, Bang.”