Mantan Suami Memohon Cintaku Lagi
“Aku juga heran. Aku ini cantik, ya nggak sih? Tiap hari berdiri di depan dia, ganti-ganti baju, dandan, wangi, tapi dia... nggak juga. Bahkan pastor pun kadang bisa goyah, tapi dia? Apa aku nggak cukup menarik? Nggak cukup seksi? Atau... aku cuma nggak cukup untuk dia?”
Suasana mendadak lengang, seolah waktu ikut menahan napas.
Di layar ponsel Tara, grup mulai meledak. Satu per satu foto pisau dapur dikirimkan, sebagian dengan noda merah editan yang mencolok.
Dimas: [Dia buta!]
Tama, Gilang, dan lainnya: [+1] [+1] [+1]
Tara mengepalkan tangannya, rahangnya mengeras. Kepalanya dipenuhi amarah, tapi juga kebingungan.
Hot Chapters