Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
LUCID DREAM

LUCID DREAM

ucapnya sambil memandangi langit. Tangan Althea bergerak ke atas membentuk sudut, menampilkan langit beserta awan yang ada di dalam sudut tangannya. "Andai saja ada benda yang bisa mengabadikan langit ini. Aku sangat suka gambar asli dari pada lukisan," tutur Althea. Helio terkekeh, "Apa kau lupa aku siapa?" "Hm?"
104.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 143 kali sebagai foto langit aesthetic
Baca
+Pustaka
Petaka Di Gunung Rinjani

Petaka Di Gunung Rinjani

Matahari sudah sepenuhnya muncul, mengubah langit menjadi kanvas warna jingga, merah muda, dan ungu yang memukau. Angin bertiup kencang di ketinggian ini, membawa udara dingin yang menyengat kulit. Tapi keduanya tidak peduli. Mereka terlalu terpesona oleh keindahan yang tidak bisa digambarkan dengan kata-kata. Diana mengeluarkan ponselnya yang masih memiliki sedikit baterai. Mengambil beberapa foto dengan tangan gemetar—bukan karena dingin, tapi karena emosi yang membanjiri.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai foto langit aesthetic
Baca
+Pustaka
Diary Langit

Diary Langit

Mereka semua asyik berfoto dengan backdrop pepohonan dan kolam ikan. “Kamu ikutan!” perintah Laras pada Ishak. “Ikutan apa?” “Ikutan kayak mereka...” Sebagai jawaban, Laras menunjukkan foto-foto yang baru di-uploadnya ke group W******p keluarga. Terdapat caption di setiap foto: Wanted, bujangan kece badai. Melihat itu, Luna dan Ishak tertawa. “Siapa itu?” tunjuk Ishak pada sebuah potret yang sebenarnya sangat ia kenal.
103.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 141 kali sebagai foto langit aesthetic
Baca
+Pustaka
ATURAN LANGIT!

ATURAN LANGIT!

Langit memberi instruksi. "Baiklah Tuan!" Bullock mengangguk. "Pastikan mereka semua selamat!" teriak Langit sambil melesat ke udara. Seolah melawan gravitasi, tubuhnya terlihat ringan seperti kapas. Tidak peduli dengan suasana malam yang gelap temaram, hanya disinari kerlip bintang mengintip di sela-sela awan, juga angin malam yang dingin dan menampar keras, serta kedalaman Jurang Kematian yang hampir mencapai ratusan meter, Langit berlari di udara, sambil mengembangkan kedua tangannya, lalu dalam sekejap sebuah Tornado Horizontal sebesar Pohon Kelapa melesat dengan cepat seperti Naga yang siap menerkam kawanan Grim Ape yang hendak menukik menyerang mereka.
9.272.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.8K kali sebagai foto langit aesthetic
Baca
+Pustaka
Luka Yang Menembus Langit

Luka Yang Menembus Langit

Berita mengenai kekalahan mengenaskan Jenderal Wei Wu dan kehancuran total pasukan elit kekaisaran menyebar seperti wabah hitam yang ditiup oleh angin badai. Di dalam Istana Naga Langit, atmosfer yang biasanya dipenuhi oleh keagungan dan wangi dupa surgawi kini berubah menjadi mencekam, seolah-olah maut sedang mengetuk pintu gerbang gioknya. Kaisar Naga Langit berdiri membeku di balkon tertinggi Menara Pengamat Bintang, menatap lurus ke arah barat. Di ufuk sana, langit tidak lagi menampakkan warna biru; cakrawala telah berubah menjadi warna merah tembaga yang kental—sebuah anomali atmosfer yang bukan disebabkan oleh matahari terbenam, melainkan oleh saturasi aura kematian dan Void Qi yang di
103.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 120 kali sebagai foto langit aesthetic
Baca
+Pustaka
Pesan Mesra Untuk Suamiku

Pesan Mesra Untuk Suamiku

ucap Aluna mengulum senyum. Langit tersipu. "Terlihat rapi, ya?" Aluna mengangguk. "Apa yang membuatmu melepas jaket hitammu itu?" "Nggak ada sih.." Langit menggarukkan kepalanya yang tidak gatal. "Cuma pengen cari penampilan baru aja." Aluna tersenyum. "Tapi kamu tampan dengan penampilan seperti ini." Aduh.. dipuji seperti ini membuat Langit mengulum senyumnya. Dia tersipu hingga mencetak warna merah di pipinya.
108.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 280 kali sebagai foto langit aesthetic
Baca
+Pustaka
Pelukan Hangat Tuan Presiden

Pelukan Hangat Tuan Presiden

Mereka mengambil beberapa gambar selfie dengan latar belakang langit Langkawi yang mulai berubah jingga keunguan. Sera menatap layar ponselnya, menggeser hasil foto mereka dengan ibu jari. Ia tersenyum sangat manis melihat sosok mereka yang nampak begitu serasi, seolah-olah semua beban sejarah dan kutukan Iraya sedang menguap ditelan angin pantai.
1032.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 642 kali sebagai foto langit aesthetic
Baca
+Pustaka
Langit Dan Bumi

Langit Dan Bumi

Seorang siswi SMA berusia 17 tahun bernama Langita, biasanya dipanggil Gita. Berparas cantik, berambut panjang dan hitam. Matanya sipit dan berkulit putih. Banyak orang beranggapan Gita keturunan Cina, padahal bukan. Ia sebenarnya cewek Jawa. Orang tuanya adalah asli orang jawa. Biasanya orang jawa identik berkulit sawo matang atau kuning langsat. Mereka pindah ke Jakarta saat Gita berusia lima tahun. Sejak itu, sesekali Gita dan keluarganya menyempatkan ke Jawa kampung halaman. Itu sebabnya, Gita bahkan lupa bahasa jawa. Orang tuanya memang kadang mengajarkannya bahasa jawa, tapi Gita lebih banyak bicara dengan teman-temannya dengan bahasa indonesia ala jakarta dengan elo dan gue. Dapat dik
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai foto langit aesthetic
Baca
+Pustaka
Langit dan Bumi

Langit dan Bumi

Dia menarikku dengan caranya sendiri. Kania memang bisa jadi apa saja sesuai imajinasiku. Mungkin benar kami tercipta oleh surga, cocok. Saat malamku gelap dia jadi bulan purnama. Saat pagi dia jadi matahari yang hangat. Dan saat siang terik dia jadi langit yang teduh. Semoga waktu terasa cepat berjalan agar aku tak bosan menanti pertemuan-pertemuan kami.
1012.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 431 kali sebagai foto langit aesthetic
Baca
+Pustaka
Ketika Istri Mati Rasa

Ketika Istri Mati Rasa

POV Author Di atas sana terlihat lukisan Sang Pencipta yang sangat indah. Kombinasi biru langit, hitam putih warna awan serta bentuknya yang unik, merahnya cahaya mentari yang akan segera terbit. Burung-burung pun berkicau di atas dahan-dahan. Di atas sana langit cerah. Secerah hati kedua insan yang sedang berbahagia setelah melewati malam panjang mereka.
9.9397.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 11.5K kali sebagai foto langit aesthetic
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status