Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

Dalam Dekap Hangat Bos Dinginku

Lisa tersenyum bahagia melihat sup yang ia idamkan itu akhirnya berada di hadapannya. Nuning mengambil piring Lisa dan memberinya piring yang baru. “Tidak perlu piring baru, Bu Nuning. Nasinya biar saja campurkan langsung ke mangkuk ini saja,” katanya, dan dengan semangat dia mengambil secentong nasi.
1042.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai foto nasi di piring
Tampilkan Ulasan (25)
Baca
+Pustaka
Senja jingga
Suka novel ini. Aku jg suka cara penyampaian authornya. Bisa nyampe gitu perasaan tokohnya. Trs bahasanya jg bagus bgttt. Btw novel ini tuh tiap episode sllu bikin penasaran. Author update 3 bab atau 5 bab aja bikin ngerasa ga sabar mau baca lg wkwk saking nagihnya...
Nuwairatun Imamah
huuu seru bgt kak baru baca salah 1 novelnya yg ini rasanya udah deg deg ser tiap sesinya ada aja pkoknya yg bikin sedih seneng ketawa skaligus ngakak, ditunggu update nya lg ya kak secepetnya sih klo bisa hehee aq smpe maraton bacanya(gila sehari smlm maraton ngabisin koin yg gak sedikit pula haha)
Baca Semua Ulasan
Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Kaya Tujuh Turunan dalam Sekali Klik

Tak mau kehilangan pemandangan ini, Rika diam-diam mengabadikan momen ini menggunakan kamera ponselnya. Setengah jam kemudian, nasi goreng yang dimasak Ian telah matang. Rika menatap piring di depannya, nasi goreng berwarna merah yang tampak begitu menggoda. Aroma yang menguar dari piring itu membuat perutnya berkerut, menantikan sensasi rasa yang lezat. Dengan penuh antisipasi, Rika mengambil sesendok nasi goreng dan memasukkannya ke dalam mulutnya. Namun, begitu, Rika memakan sesendok nasi berwarna merah itu, mata Rika terbuka lebar.
1042.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai foto nasi di piring
Baca
+Pustaka
Gairah Liar Istriku

Gairah Liar Istriku

Sinar matahari pagi yang menerobos melalui jendela dapur menyoroti meja kayu yang tertata rapi dengan piring, sendok, dan cangkir porselen berisi kopi hitam pekat. Nara mengaduk-aduk nasinya dengan sendok, namun ia tidak benar-benar berniat menyantapnya. Perutnya terasa penuh, bukan karena kenyang, melainkan karena pikirannya yang kacau. Semalaman ia nyaris tidak tidur, kepalanya dipenuhi bayangan-bayangan yang membuatnya gelisah. Sesekali, ia melirik ke arah Rama, yang tampak tenang menikmati sarapannya.
12.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 478 kali sebagai foto nasi di piring
Baca
+Pustaka
Finding Nami  ( INDONESIA )

Finding Nami ( INDONESIA )

"Aku makan apa saja, tidak ada makanan spesifik yang aku tidak makan." "Baguslah, tapi kenapa tubuhmu tetap kecil dan kurus jika makanan apapun bisa masuk ke perutmu." James tidak sadar ketika Nami sedang menatapnya dengan tatapan garang. "Ayo sarapan." James duduk sambil menyesap kopinya. "Hei ada apa?" tanya James yang menyadari perubahan pada wajah Nami. Nami meletakkan nampan berisi macaroni kukus dengan kasar lalu menyendok macaroni yang masih panas itu ke dalam mulutnya.
1012.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 344 kali sebagai foto nasi di piring
Baca
+Pustaka
Berandal Misterius Itu Suamiku

Berandal Misterius Itu Suamiku

Main duduk di teras begitu saja. Viza menaruh nampan ke lantai, di tengah- tengah posisi mereka berdua duduk. Viza mengangkat salah satu piring berisi nasi goreng tanpa telur ceplok, tanpa mentimun, tanpa sosis, tanpa toping apa pun. Asli nasi doang dan menyerahkannya kepada Vikram. “Terima kasih.” Vikram menyambut dan langsung menyantapnya.
1012.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 427 kali sebagai foto nasi di piring
Baca
+Pustaka
Dilema Istri Kedua

Dilema Istri Kedua

"Maaf, Mbak. Aku cuma mau mengantarkan ini." Nisa meletakkan sebuah piring berisi nasi dan semangkuk sayur sop yang masih mengepul. Aku memalingkan wajah ke segala arah pura-pura tidak memperhatikannya.
8.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 330 kali sebagai foto nasi di piring
Baca
+Pustaka
Resep Rahasia Sang Pecundang

Resep Rahasia Sang Pecundang

tanya Radit, berjongkok di sampingnya. “Nasi Golem Imut!” serunya bangga, salah melafalkan kata ‘goreng’. “Buat Ayah sama Bunda. Spesial!” Ia dengan susah payah menyendok hasil karyanya ke sebuah piring plastik berwarna merah muda. Ada beberapa butir nasi yang gosong, potongan sosis yang terlalu besar, dan sedikit kecap yang tumpah di pinggir piring. Itu adalah sebuah kekacauan yang indah.
948 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 23 kali sebagai foto nasi di piring
Baca
+Pustaka
Istri Kontrak Tuan Pewaris Dingin

Istri Kontrak Tuan Pewaris Dingin

Ada dua piring yang ditutup dengan penutup saji dari perak yang berkilauan. Saat penutup itu dibuka, aroma wangi yang khas dan familier langsung menguar, membelai indra penciuman Alina. Nasi Lemak. Lengkap dengan sambal ikan bilis yang terlihat pedas, irisan timun segar, telur rebus, dan beberapa potong ayam goreng berempah yang keemasan. Di sampingnya, ada dua cangkir kopi hitam pekat yang masih mengepulkan uap.
1.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai foto nasi di piring
Baca
+Pustaka
Cinta yang Kau Bawa Pergi

Cinta yang Kau Bawa Pergi

ucapnya pada pemuda yang mengangguk hormat padanya. Baru saja membuka kotak nasi, ponselnya di atas meja berdenting. [Aku sedang makan siang. Kamu sudah makan apa belum?] Cintiara mengirimkan pesan di sertai foto menu lontong balap di piring. [Ini mau makan.] balas Barra. [Makan apa?] Barra memotret nasi rames di kotak dan mengirimkan pada Cintiara.
10182.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.0K kali sebagai foto nasi di piring
Baca
+Pustaka
RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI

RUANG AJAIB JURAGAN FIKRI

Fikri juga tidak sembarangan, dia pergi ke dapur untuk mengambil dua pasang sumpit, dua buah mangkuk dan menggunakan sendok nasi untuk mengisi dua mangkuk besar nasi untuk merekanberdua. "Makanlah!" Fikri meniup nasi untuk Sisi, "Harus seperti Ayah, setelah sedikit dingin baru dimakan, apakah kamu mengerti?" Sisi mengangguk serius. Dalam nasi yang berwarna putih bersinar, ada kacang polong hijau, wortel merah dan potongan daging serta kacang panjang yang kecil, sangat harum! "Makan!" Sisi sudah tidak sabar, ia mengambil sedikit nasi dengan sumpit, meniupnya dengan kuat, kemudian menelan dengan lahap!
103.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 110 kali sebagai foto nasi di piring
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status