PDKT di Sarang Monster
Setiap kali ia mengangkat botol kaca berukuran literan dengan satu tangan, urat-urat di lengannya menegang, tampak kokoh, sangat maskulin.
Pemandangan yang direkam Setya dengan sudut-sudut dramatis ini menciptakan reaksi berantai di mana-mana:
Di kamar penuh boneka kapibara, Melia dan Yunita serempak menelan ludah, mata mereka terpaku pada layar tanpa berkedip. Sementara itu, di atas panggung, Azura membuang mukanya yang semerah tomat, tak lagi sanggup menatap layar monitor besar yang menampilkan detail otot tubuh Dimas.
Bab Populer