Kelir Getih (Layar Berdarah)
“Maksud Doktor, ayah Doktor menulis semacam daftar sasaran … atau pembenaran untuk pembunuhan itu?”
Raka mengusap wajahnya yang terasa dingin. Buku lusuh di depannya seolah memancarkan aura suram. “Bukan daftar, Kompol. Lebih tepatnya, sebuah manifestasi. Ayah saya adalah seniman yang tidak hanya melihat panggung wayang sebagai hiburan, melainkan kegelisahan pada cermin yang buram, kotor, dan retak. Suluk-suluk ini … ini adalah amarahnya, keputusasaannya terhadap dunia yang ia lihat di sekelilingnya. Dunia yang mengklaim keadilan tapi hanya menumpuk kemunafikan.”
Bab Populer